Subsidi Untuk Pabrik India Turunkan Harga Gula Dunia

808

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula mentah berjangka yang diperdagangkan di bursa komoditas internasional ICE New York yang berakhir hari Jumat (01/03) sempat jatuh ke posisi terendah 2 pekan. Demikian juga harga gula putih di bursa ICE London turun ke posisi terendah 2 hari.

Harga gula bergerak lebih rendah  setelah pemerintah India mengatakan pihaknya berencana untuk mensubsidi $3,2 miliar pinjaman untuk pabrik gula dan pemurnian India, yang akan membantu meningkatkan produksi gula India dan pasokan gula global. Selain itu juga harga tetap lebih rendah oleh karena melemahnya real Brasil terhadap dolar.

Harga gula turun ke posisi terendah 1-1/2 pekan Selasa setelah Safras & Mercado Senin malam memproyeksikan bahwa produksi gula 2019/20 di Center-South Brasil, wilayah penghasil gula terbesar di negara itu, akan naik 5,7% menjadi 28 MMT.

Harga gula mentah kontrak bulan Mei akhir perdagangan bursa New York sedang turun  0,19  atau 1,46% pada harga $12,78 per lb. Namun untuk harga gula putih kontrak bulan Mei yang terpantau  di bursa London sekarang sedang turun  2.60  atau 0,74% pada harga $348.00.

Namun di pasar gula berjangka masih terdapat sentimen positif dari pasokan gula yang lebih kecil dari Brasil setelah Unica melaporkan  produksi gula South-Center Brasil untuk musim 2018/19 hingga pertengahan Februari turun  26,45% y/y di 26,321 MMT, dengan persentase tebu digunakan untuk penurunan gula menjadi 35,43% dari 46,88% tahun lalu dan persentase tebu yang digunakan untuk peningkatan produksi etanol menjadi 64,57% dari 53,12% tahun lalu.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan secara teknikal harga gula di ICE New York berpotensi naik lagi oleh pergerakan tinggi harga minyak mentah hari ini.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here