Saham Bursa China Masih Kuat Ditengah Ambruknya Bursa Asia

443
bursa shanghai

(Vibiznews – Index) – Melihat perdagangan saham-saham di bursa Asia  jelang penutupan hari Selasa (05/03), hanya bursa saham Shanghai yang indeksnya bergerak positif dan lebih tinggi dari perdagangan sebelumnya di tengah anjloknya data service PMI bulan Februari.

Sentimen negatif bagi bursa Asia datang dari berita bahwa China menurunkan target pertumbuhan ekonominya untuk 2019 menjadi kisaran 6,0 persen  dari target 2018 sekitar 6,5 persen dan meluncurkan pemotongan pajak besar-besaran.

Namun saham-saham di Cina daratan naik  ketika negara itu memulai pertemuan parlemen tahunannya, di mana Perdana Menteri Li Keqiang mengatakan negara itu harus siap untuk perjuangan yang berat karena menghadapi lingkungan yang rumit. Indeks komposit Shanghai  naik 0,18 persen.

Namun indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong yang dibuka negatif masih bergerak lemah dengan penurunan tipis sekitar 0,06 persen.

Di tempat lain di Asia, pasar saham utama lainnya diperdagangkan lebih rendah seperti indeks Nikkei 225 di bursa saham Jepang tergelincir 0,48 persen. Tekanan indeks dipicu oleh anjloknya saham indeks kelas berat Softbank Group turun lebih dari 2 persen, sementara itu juga saham eksportir utama anjlok oleh karena yen yang sedikit lebih kuat.

Indeks Kospi di bursa saham Korea Selatan turun 0,56 persen, dengan saham pemberat indeks seperti saham pembuat chip SK Hynix  tergelincir sekitar 1 persen. Yang membuat harga saham juga lebih rendah dikarenakan posisi mata uang won yang masih melemah terhadap dolar AS.

Di kawasan Pasifik, bursa saham Australia juga masuk zona merah dengan indeks  ASX 200 tergelincir 0,33 persen  dengan sebagian besar sektor lebih rendah. Saham perbankan utama juga anjlok hingga 0,4 persen dan saham  penambang utama juga melemah hingga turun 1 persen lebih seperti saham  BHP dan Rio Tinto.

Perdagangan saham yang buruk juga terjadi pada  perdagangan saham di Indonesia, dengan indeks harga saham gabungan bursa Jakarta  anjlok hingga 1,11 persen dengan penurunan sektor saham yang paling menekan yaitu sektor property dan konsumer.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here