Harga Minyak WTI di Asia Sedang Tertekan Laporan API

392

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah pada perdagangan komoditas akhir sesi Asia  hari Rabu (06/03)  turun hampir 1 persen  karena perkiraan peningkatan pasokan minyak  oleh dua produsen besar AS dan juga laporan pasokan minyak mentah AS dari API yang melebihi upaya yang dipimpin oleh OPEC.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berada di $56,08 per barel yang  turun 44 sen atau 0,76 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya. Demikian juga harga minyak mentah berjangka Brent turun 40 sen, atau 0,61 persen pada posisi $65,34 per barel.

Analyst Vibiz Research Center melihat perdagangan minyak mentah akan terjadi tarik menarik sentimen yang sama-sama kuat. Berita terbaru untuk masalah pasokan global datang dari perusahaan oil swasta yaitu Chevron Corp dan Exxon Mobil Corp merilis proyeksi duel Permian Basin yang menunjuk pada peningkatan besar dalam produksi minyak serpih.

Jika direalisasikan, kenaikan akan memperkuat lawan sebagai pemain dominan di lapangan Texas Barat dan New Mexico, dengan sepertiga produksi Permian berpotensi di bawah kendali mereka dalam waktu lima tahun. kekhawatiran atas kenaikan produksi minyak di wilayah Permian merupakan sentimen positif bagi minyak mentah.

Kemudian terdapat juga laporan negatif dari American Petroleum Institute (API) yang menunjukkan pasokan minyak mentah AS lebih besar dari yang diperkirakan. Persediaan minyak mentah AS naik 7,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 1 Maret menjadi 451,5 juta, dibandingkan dengan ekspektasi  untuk kenaikan 1,2 juta barel. Selain itu juga pasokan minyak mentah di Cushing, Oklahoma, pusat pengiriman naik 1,1 juta barel.

Peningkatan produksi Amerika  ini merusak upaya pemangkasan pasokan yang dipimpin oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC). OPEC dan sekutunya berjanji untuk mengekang produksi sebesar 1,2 juta barel per hari, dan mereka kemungkinan akan mendorong kembali keputusan mereka apakah akan memperpanjang atau tidaknya perjanjian pengurangan produksi hingga Juni dari April.

Untuk pergerakan harga minyak mentah WTI selanjutnya secara teknikal, analyst Vibiz Research melihat  harga minyak akan naik menuju resisten kuatnya di  57.10 – 57.90.  Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan turun menuju support kuatnya di 56.00 – 55.56.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here