Berita Buruk Venezuela Membuat Harga Minyak Dunia di Asia Tetap Naik

436

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah pada perdagangan komoditas akhir sesi Asia  hari Kamis (07/03) naik tipis  oleh berita force majure negara eksportir Venezuela di tengah pengurangan pasokan global yang dipimpin OPEC. Namun terus dibayangi  sentimen  rekor produksi minyak AS dan meningkatnya persediaan bahan bakar komersial.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berada di $56,22 per barel yang naik 6 sen atau 0,11 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya. Demikian juga harga minyak mentah berjangka patokan internasional atau minyak Brent naik 16 sen, atau 0,21 persen pada posisi $66,35 per barel.

Kenaikan harga dipicu oleh berita bahwa perusahaan minyak milik negara Venezuela PDVSA minggu ini mengumumkan keadaan darurat maritim, dengan alasan kesulitan mengakses tanker dan personel untuk mengekspor minyaknya di tengah sanksi Amerika Serikat terhadap mereka.

Sentimen positif pasar juga tertuju pada upaya OPEC memperketat pasokan minyak sekitar 1,2 juta barel per hari (bph) hingga akhir Juni sebelum membangkitkan produksi bersama produsen minyak serpih pada paruh kedua tahun ini.

Namun kenaikan harga minyak yang moderat ini dibatasi oleh sentimen berlimpahnya pasokan minyak mentah AS oleh laporan mingguan EIA yang mencatat pasokan minyak mentah AS pekan lalu naik 7,1 juta barel menjadi 452,93 juta barel. Sementara itu produksi minyak mentah AS tetap pada rekor 12,1 juta barel per hari, meningkat lebih dari 2 juta barel per hari sejak awal 2018.

Selain itu tekanan datang dari proyeksi Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi & Pengembangan (OECD) untuk ekonomi dunia akan tumbuh 3,3 persen pada 2019, turun 0,2 poin persentase dari perkiraan terakhir OECD pada bulan November lalu.

Untuk pergerakan harga minyak mentah WTI selanjutnya secara teknikal, analyst Vibiz Research melihat  pergerakan harga minyak akan berada pada posisi resistennya di  56.75 – 57.50.  Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan turun menuju posisi supportnya di 55.80 – 55.10.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here