Bursa Amerika Masuki Hari Ketiga Berturut Cetak Kerugian

469

(Vibiznews – Index) – Dalam pekan ini sudah 3 hari berturut perdagangan saham Amerika di bursa Wall Street mencetak kerugian, demikian saat penutupan hari Kamis (07/03) terpantau ketiga indeks utama bursa melemah cukup signifikan. Analyst Vibiz Research Center melihat profit taking pasar masih terus setelah perdagangan pekan lalu mencetak rekor tinggi.  Disisi lain investor juga sedang mencari indikasi lebih lanjut bahwa kesepakatan perdagangan antara China dan AS dapat dicapai dalam waktu dekat.

Indeks Dow Jones turun 133,17 poin atau 0,48 persen menjadi 25.673,46 dengan tekanan anjlok paling dominan yaitu saham Aliansi Walgreens Boots. Indeks  S&P 500 turun 0,65 persen menjadi 2.771,45, yang dipimpin oleh penurunan saham di sektor energi dan perawatan kesehatan. Indeks Nasdaq Composite turun 0,9 persen menjadi 7.505,92, yang membukukan penurunan beruntun tiga hari pertama kalinya tahun ini.

Saham Dow Transports  turun setengah persen untuk mencatat penurunan kesembilan hari berturut-turut, yang merupakan penurunan terpanjang sejak 2009. Saham-saham berkapitalisasi kecil juga ditutup lebih rendah, dengan indeks Russell 2000 meluncur 2 persen.

Sektor energi S&P 500 turun lebih dari 1 persen karena harga minyak mentah AS di bawah tekanan di tengah lonjakan pasokan. EIA melaporkan persediaan minyak mentah naik 7,1 juta barel pekan lalu sehingga harga minyak turun 0,6 persen.

Saham perawatan kesehatan di S&P 500 juga alami  lebih tekanan anjlok lebih dari 1 persen seperti saham Nektar Therapeutics dan HCA Healthcare  anjlok masing-masing lebih dari 4 persen.

Saham General Electric turun lebih dari 7,5 persen setelah analis J.P Morgan Stephen Tusa mengatakan dalam sebuah catatan bahwa saham perusahaan dinilai terlalu tinggi mengingat rintangan yang dihadapinya selama dua tahun ke depan.

Ada banyak cerita terkait dengan front perdagangan AS-China beberapa bulan ini, dan yang terbaru diberitakan CNBC bahwa Presiden Donald Trump menginginkan AS dan China untuk mencapai kesepakatan dengan harapan meningkatkan harga saham menjelang pemilihan umum 2020.  Beberapa hari lalu juga diberitakan  Sekretaris Negara AS Mike Pompeo  mengatakan  bahwa  Washington dan Beijing  berada di puncak untuk mencapai kesepakatan.

Investor juga mencerna data ekonomi utama dari kalender ekonomi AS yaitu data  ADP  employment change berada di posisi 183.000 pada bulan Februari, data yang lebih rendah dari periode bulan sebelumnya di 300.000 dan ekspektasi 190.000. Kemudian ada juga data neraca perdagangan AS dimana defisit perdagangan AS meningkat ke level tertinggi 10-tahun $ 59,8 miliar meskipun ada upaya pemerintah untuk mengurangi jumlahnya.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here