Manisnya Harga Gula Berkurang Oleh Laporan Output India

483

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula mentah berjangka yang diperdagangkan di bursa komoditas internasional ICE New York yang berakhir hari Kamis (07/03) memperpanjang penurunan 2 minggu ke level terendah 2 bulan. Demikian juga harga gula putih di bursa ICE London turun kembali ke posisi terendah 3 pekan.

Harga gula anjlok kembali oleh tanda-tanda output gula yang besar di India sebagai produsen gula terbesar di dunia, dimana Asosiasi Pabrik Gula India melaporkan produksi gula Oktober-Februari India naik 6,9% y/y menjadi 24,77 MMT. Selain itu penurunan harga minyak mentah ke level terendah 1 minggu juga menekan harga gula.

Penambah beratnya tekanan harga gula juga datang dari anjloknya Real Brasil yang anjlok ke level terendah 2 bulan terhadap dolar karena mendorong produsen gula Brasil untuk meningkatkan ekspor.

Sebelumnya harga gula anjlok ke posisi terendah 2 minggu  karena kekuatan dolar dan perkiraan untuk hujan yang cukup di wilayah South-Center Brasil, yang seharusnya menguntungkan panen tebu Brasil.

Harga gula mentah kontrak bulan Mei akhir perdagangan bursa New York ditutup turun  0,28 poin atau 2,25% pada harga $12,16 per lb. Namun untuk harga gula putih kontrak bulan Mei yang terpantau  di bursa London ditutup turun  4,80 poin  atau 1,40% pada harga $338.10.

Sentimen positif pada perdagangan gula berjangka masih ada dari laporan ISO pada hari Senin memangkas estimasi surplus gula global 2018/19 menjadi +641.000 MT dari perkiraan sebelumnya +2,17 MMT pada output yang lebih rendah di Brasil dan Uni Eropa.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan  secara teknikal harga gula di ICE New York berpotensi naik oleh aksi bargain hunting pasar dan lebih kuat lagi jika dolar AS melemah.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here