Review Forex 06/03: Dolar Tetap Kuat Meskipun Data Ekonomi Mengecewakan

159

(Vibiznews – Forex) – Perdagangan forex  hari Rabu  sesi Amerika yang ditutup Kamis pagi (07/03) terpantau posisi dolar AS masih perkasa dan memberikan kerugian bagi rival-rival utamanya. Investor bereaksi terhadap serangkaian data ekonomi dari seluruh dunia dan mengikuti berita tentang Brexit, masalah perdagangan AS dan keputusan suku bunga Bank of Canada.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap rival utamanya ditutup pada posisi 96,87 atau naik sekitar 1% dari perdagangan sebelumnya, setelah sebelumnya dibuka pada posisi 96.85. Indeks sempat jatuh ke posisi terburuk  di posisi 96.78 dan kemudian naik ke posisi tinggi di 96,99.

Dolar AS diperdagangkan sedikit lebih rendah terhadap Euro  pada $ 1,1312, setelah melemah ke level rendah 1,1326 per unit Euro di awal sesi. Sebelumnya pada hari itu, dolar sempat menguat di 1,1287 terhadap euro. Terhadap Pound Sterling Inggris, dolar menguat sekitar 0,06% pada 1,3171.

Aussie menurun tajam, yang anjlok hingga  0,8% terhadap dolar AS, terbebani oleh data PDB kuartal keempat yang agak mengecewakan pasar sekalipun terdapat sentimen positif lain dari kenaikan harga komoditas unggulan mereka. Terhadap yen Jepang, dolar juga berhasil naik sekitar 0,12% pada 111,79, setelah dibuka pada 111,89.

Loonie Kanada anjlok terhadap dolar AS setelah Bank of Canada membiarkan suku bunganya tidak berubah dan mengeluarkan prospek yang lemah untuk Kanada dan ekonomi global oleh kondisi sengketa perdagangan dunia.

Untuk berita ekonomi dari kawasan Eropa, data aktivitas konstruksi zona euro membaik pada bulan Februari, dipimpin oleh peningkatan dalam aktivitas komersial dan infrastruktur dan ekspansi yang lebih kuat dalam aktivitas perumahan, Indeks PMI Konstruksi naik menjadi 52,6 pada Februari dari 50,6 pada Januari.

Berita dari kalender ekonomi Amerika, rilis Beige Book Federal Reserve yang melaporkan kondisi ekonomi di dua belas distrik The Fed, mengatakan sepuluh distrik melaporkan pertumbuhan sedikit hingga sedang, meskipun Philadelphia dan St. Louis melaporkan kondisi ekonomi yang datar.

Kemudian ada data yang mengecewakan yaitu data ADP employment change berada di posisi 183.000 pada bulan Februari, data yang lebih rendah dari periode bulan sebelumnya di 300.000 dan ekspektasi 190.000. Kemudian ada juga data neraca perdagangan AS dimana defisit perdagangan AS meningkat ke level tertinggi 10-tahun $ 59,8 miliar meskipun ada upaya pemerintah untuk mengurangi jumlahnya.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here