Turunnya Pasokan Brasil Untungkan Perdagangan Gula di Amerika

558

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula mentah berjangka yang diperdagangkan di bursa komoditas internasional ICE New York yang berakhir hari Rabu (13/03) ditutup lanjutkan penguatan setelah sempat awal sesi bergerak negatif. Namun harga gula putih di bursa ICE London retreat dari posisi kuat sebelumnya.

Harga gula di ICE New York pulih dari kerugian awal sesi dan ditutup lebih tinggi  setelah data dari Unica menunjukkan produksi gula Center-Selatan Brasil pada tahun 2018/19 hingga Februari turun  26,45% y/y menjadi 26,364 MMT dengan persentase tebu dihancurkan untuk produksi gula turun menjadi 35,40% dari 46,84% tahun lalu dan persen tebu yang dihancurkan untuk etanol naik menjadi 64,6% dari 53,16% tahun lalu.

Selain itu Unica juga  melaporkan  penjualan etanol hidrolis Center-South Feb naik  47% y/y menjadi 1,72 miliar liter, rekor untuk Februari. Faktor bullish lainnya adalah reli harga minyak mentah naik ke level tertinggi 1 minggu, yang menguntungkan harga etanol dan mungkin mendorong pabrik gula Brasil mengalihkan lebih banyak tebu ke arah produksi etanol daripada produksi gula, sehingga membatasi produksi gula.

Selain itu, Petrobras pada hari Selasa menaikkan harga bensin domestik menjadi 1,7700 real / liter dari 1,7542 real / liter, yang mendukung harga etanol. Faktor pendukung lain untuk harga gula adalah pernyataan  dari Asosiasi Pabrik Gula India bahwa produksi gula 2018/19 di India, yang sekarang merupakan produsen gula terbesar di dunia, dapat turun 1,5-2,0 MMT ketika pabrik meningkatkan produksi etanol dengan mengorbankan produksi gula.

Harga gula mentah kontrak bulan Mei akhir perdagangan bursa New York ditutup naik  0.04   atau 0.33% pada harga $12,33 per lb. Namun untuk harga gula putih kontrak bulan Mei yang terpantau  di bursa London ditutup turun  0,40  atau 0,32% pada harga $340.10.

Harga gula sebelumnya dibuka lebih rendah dan harga gula putih di ICE London ditutup lebih rendah setelah Rural Clima Brasil memperkirakan hujan untuk minggu ini di Center-South, wilayah penghasil gula terbesar di Brasil.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan  secara teknikal harga gula di ICE New York berpotensi retreat oleh koreksi harga minyak mentah.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here