Usaha Rebound Dolar Terganjal Buruknya Yield Obligasi AS

489

(Vibiznews – Forex) – Di akhir perdagangan forex sesi Asia hari Rabu (13/03) posisi dolar AS kepayahan untuk rebound dari pelemahan 3 hari berturut yang berusaha dicoba sejak awal sesi Asia. Ada banyak sentimen negatif yang membuat trend perdagangan bearish bagi dolar AS. Yang terbaru yaitu buruknya data inflasi bulan Februari.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap rival utamanya kini berada pada posisi  96,97 atau turun sekitar 0,02% dari perdagangan sebelumnya, setelah dibuka awal sesi Asia pada posisi  96.99.  Indeks sempat menyentuh posisi terendah di 96.94 dan tertinggi di 97.02.

Dolar AS kepayahan untuk melaju dikarenakan posisi yield obligasi masih berada di posisi terendah dalam 14 bulan lebih, dimana imbal hasil obligasi untuk tenor 10 tahun turun ke posisi 2,60%. Demikian juga dolar AS mendapat hambatan dari penolakan kesepakatan Brexit oleh parlemen Inggris yang memicu penundaan Brexit.

Optimisme di sekitar hasil positif dalam front perdagangan AS-Cina memudar dalam beberapa hari terakhir dan harapan telah terpukul menyusul komentar terakhir dari negosiator AS yaitu R.Lighthizer. Dolar tetap apatis setelah komentarnya  tentang kemungkinan kesepakatan dalam waktu dekat, menyatakan bahwa masih ada  masalah besar yang belum terselesaikan.

Untuk pergerakan selanjutnya masih ada 2 data ekonomi penting dari kalender ekonomi AS yaitu data durable goods order dan PPI untuk bulan Februari, sehingga analyst Vibiz research Center memperkirakan secara teknikal indeks akan berada di  kisaran support  96.80-96.51. Dan untuk pergerakan kuat akan naik ke posisi resisten di 97.20-97.46.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here