Review Forex: Penderitaan Dolar Membuat Rival Utamanya Cetak Rekor

2906

(Vibiznews – Forex) – Mengakhiri perdagangan forex sesi Amerika hari Kamis (14/03) banyak kurs utama yang mencetak rekor dikarenakan penderitaan yang dialami oleh dolar AS setelah rilis data inflasi harga produksi atau PPI memukul dolar. Data tersebut menyarankan Fed akan tetap bersabar sehubungan dengan suku bunga.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan PPI  di bulan Februari hanya naik tipis 0,1% setelah turun 0,1% pada Januari, namun sebelumnya diperkirakan akan alami kenaikan 0,2%.  Laporan itu juga mengatakan tingkat tahunan pertumbuhan harga konsumen melambat menjadi 1,5% pada Februari dari 1,6% pada bulan November, sementara tingkat tahunan pertumbuhan harga konsumen inti turun menjadi 2,1% dari 2,2%.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap rival utamanya anjlok 0,54% dari penutupan sebelumnya ke posisi 96,49, setelah sempat turun  ke posisi rendahnya di 96,39 yang merupakan posisi terendah 8 hari.  Indeks dibuka pada posisi yang lebih rendah pada posisi 96,99.

Kurs utama yang berhasil mencetak rekor di tengah posisi ambruknya dolar AS yaitu euro dan aussie yang sempat mendaki ke posisi rekor tinggi 8 hari. Hanya kurs poundsterling yang mencetak rekor tertinggi 10 bulan.

Dolar diperdagangkan melemah terhadap Euro, dan terakhir terlihat turun ke posisi 1.1330 atau turun sekitar 0,4% dari penutupan sebelumnya, setelah naik tipis menjadi 1.1278 pada hari sebelumnya.

Yen Jepang naik tipis terhadap dolar sebesar 0,05 persen  menguat ke 111,00 setelah sempat jatuh ke 111,46 sebelumnya. Poundsterling Inggris naik lebih dari 1,6% terhadap dolar ke posisi 1.3311 setelah sebelumnya sempat mencapai puncak tertinggi 10 bulan ke posisi 1.3380.

Rekor yang dicapai poundsterling mendapat sentimen dari hasil pemungutan suara parlemen Inggris kesekian kalinya tentang Brexit, dimana anggota parlemen  memilih menolak Brexit tanpa kesepakatan. Setelah hasil ini, akan diadakan kembali pemungutan suara pada hari Kamis untuk melihat apakah proses Brexit dapat ditunda melampaui batas waktu 29 Maret.

Terhadap Franc Swiss, dolar AS juga alami pelemahan sekitar 0,5% yang turun ke posisi 1.0025. Demikian juga dengan Loonie Kanada naik lebih dari 0,4% terhadap dolar setelah sebelumnya jatuh ke level terendah.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here