Harga Gula Dunia Semakin Manis Oleh Banyak Sentimen Positif

433

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula mentah berjangka yang diperdagangkan di bursa komoditas internasional ICE New York yang berakhir hari Selasa (19/03) meningkat kembali ke posisi tertinggi 2 pekan. Demikian  juga  harga gula putih di bursa ICE London melompat ke posisi tertinggi 2 pekan.

Harga gula bergerak lebih tinggi setelah rally yang terjadi pada pergerakan mata uang Real Brasil ke posisi tertinggi 1-1/2 minggu terhadap dolar. Selain itu data Commitment of Traders (COT) menunjukkan dana pada pekan yang berakhir 12 Maret pada posisi net buy di 126.026, level tertinggi 5 bulan.

Penguatan harga gula juga mendapat dukungan dari rally harga minyak mentah ke level tertinggi 4 bulan, karena harga minyak mentah yang lebih tinggi menguntungkan harga etanol dan mungkin mendorong pabrik gula Brasil mengalihkan lebih banyak penghancuran tebu ke produksi etanol daripada produksi gula, sehingga membatasi pasokan gula.

Kemudian Petrobras menaikkan harga grosir bensin Brasil menjadi 1.8326 real/liter dari 1.8235 real/liter, yang positif untuk harga etanol. Data Selasa lalu dari Unica mendukung harga gula karena menunjukkan produksi gula Brasil Tengah-Selatan pada tahun pemasaran 2018/19 hingga Februari turun 26,45% y/y menjadi 26,364 MMT, dengan persentase tebu dihancurkan untuk penurunan produksi gula turun menjadi 35,40% dari 46,84% tahun lalu dan persentase tebu yang dihancurkan untuk etanol naik menjadi 64,6% dari 53,16% tahun lalu.

Harga gula mentah kontrak bulan Mei akhir perdagangan bursa New York ditutup naik  0.32 atau 2.56% pada harga $12,84 per lb. Namun untuk harga gula putih kontrak bulan Mei yang terpantau  di bursa London ditutup naik  6  atau 1.76% pada harga $346.70.

Di sisi bearish, Asosiasi Pabrik Gula India  melaporkan bahwa produksi gula India selama 1 Oktober-15 Maret naik   5,9% y/y menjadi 27,35 MMT. Selain itu negara bagian India barat Maharashtra, wilayah penghasil gula terbesar kedua di India, menaikkan perkiraan produksi gula 2018/19  menjadi 10,5 MMT dari 9,5 MMT yang diperkirakan bulan lalu.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan  secara teknikal harga gula di ICE New York berpotensi naik kembali oleh kenaikan harga minyak mentah.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here