Harga Minyak Dunia Akhirnya Naik ke Tertinggi 5 Bulan

773

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah pada perdagangan komoditas akhir sesi Asia  hari Kamis (21/03)  mencapai harga tertinggi sepanjang tahun 2019 baik untuk minyak mentah berjangka acuan internasional dan juga minyak WTI AS. Kenaikan harga mendapat sentimen pengetatan pasokan global  di tengah pengurangan pasokan yang dipimpin oleh  negara-negara produsen OPEC dan sanksi pemerintah AS terhadap Iran dan Venezuela.

Harga minyak mentah berjangka internasional atau minyak Brent mencapai posisi harga tertinggi tertinggi sejak November 2018 pada posisi $68,64 per barel yang naik 14 sen atau 0,2 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya. Demikian juga dengan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS juga mencapai posisi  tertinggi sejak November 2018 pada posisi $60,27 per barel.

Harga minyak mentah telah terangkat oleh hampir sepertiga persen sejak awal 2019 oleh pemotongan pasokan yang dipimpin oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), serta oleh sanksi yang diberlakukan terhadap Iran dan Venezuela oleh Amerika Serikat.

Produksi minyak mentah OPEC telah merosot dari puncak 2018 di pertengahan 32,8 juta barel per hari (bph) menjadi 30,7 juta barel per hari di bula Februari. Terkait sanksi AS, ekspor minyak Venezuela berhenti dan ekspor minyak Iran juga merosot. Amerika Serikat bertujuan mengurangi ekspor minyak mentah Iran sekitar 20 persen menjadi di bawah 1 juta barel per hari mulai Mei.

Terkait pasokan minyak mentah AS yang sering menjadi momok dalam perdagangan minyak mentah berjangka, EIA semalam melaporkan stok minyak mentah AS pekan lalu turun hampir 10 juta barel, terbesar sejak Juli, yang didorong oleh ekspor yang kuat dan permintaan penyulingan. Laporan EIA tepatnya pasokan minyak ementah AS turun  9,6 juta barel menjadi 439,5 juta barel, terendah sejak Januari.

Untuk pergerakan harga minyak mentah WTI selanjutnya secara teknikal, analyst Vibiz Research memperkirakan pergerakan harga minyak akan berada pada posisi resisten  di 60.54 – 61.35. Namun jika terjadi pergerakan negatif akan turun menuju posisi support kuatnya  di  59.07 – 57.90.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here