Harga Minyak Mentah di Asia Masih Dilemahkan Kondisi Ekonomi Global

511

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah pada perdagangan komoditas akhir sesi Asia  hari Senin (25/03)  turun hampir 1 persen dengan kekhawatiran resesi ekonomi global yang membayangi  gangguan pasokan global dari pengurangan produksi OPEC dan dampak sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela.

Harga minyak mentah berjangka acuan internasional atau minyak Brent berada di $66,52 per barel atau turun 37 sen, atau 0,55 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya. Demikian juga dengan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berada di $58,56 per barel atau  turun 51 sen, atau 0,86 persendari penutupan perdagangan sebelumnya.

Harga kedua tolok ukur harga minyak mentah tersebut telah merosot lebih dari 3 persen sejak pekan lalu yang berhasil mencapai posisi harga tertinggi  tertinggi sejak bulan November 2018.

Kekhawatiran tentang potensi resesi AS muncul kembali akhir pekan lalu setelah pernyataan bearish oleh Federal Reserve AS, dengan yield  treasury 10-tahun tergelincir di bawah tingkat tiga bulan untuk pertama kalinya sejak 2007. Menambah kekhawatiran penurunan ekonomi global juga datang dari kinerja manufaktur  Jerman, ekonomi terbesar Eropa, kontraksi untuk bulan ketiga berturut-turut.

Keuntungan bagi perdagangan minyak mentah selama ini datang dari pengurangan produksi minyak mentah negara Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu tidak terafiliasi seperti Rusia yang telah berjanji untuk menahan sekitar 1,2 juta barel per hari (bpd) pasokan minyak tahun ini.

Untuk pergerakan harga minyak mentah WTI selanjutnya secara teknikal, analyst Vibiz Research memperkirakan pergerakan harga minyak akan berada pada posisi resisten  di 59.70 – 60.85. Namun jika terjadi pergerakan negatif akan turun menuju posisi support kuatnya  di  57.96 – 57.14.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here