Bursa Amerika di Wall Street Harus Merugi Karena Yield Obligasi

536

(Vibiznews – Index) – Perdagangan saham bursa Amerika yang berfluktuasi sepanjang sesi , ditutup dalam kerugian yang cukup signifikan beberapa saat lalu Kamis (28/03). Ambruknya perdagangan semalam mendapat tekanan dari anjloknya kembali yield obligasi AS ke level terendah dalam lebih dari setahun karena kekhawatiran atas kemungkinan perlambatan ekonomi yang bertahan.

Indeks Dow Jones  ditutup turun 32,14 poin atau 0,13 persen menjadi 25.625,59 , indeks S&P 500 turun 0,5 persen atau 13 poin menjadi 2.805,37. Demikian juga indeks Nasdaq Composite ditutup 0,6 persen atau 43 poin lebih rendah pada 7.643,38 yang dibayangi oleh kerugian saham di Facebook, Amazon, Netflix dan Alphabet.

Sektor perawatan kesehatan, utilitas dan energi adalah sektor dengan kinerja terburuk, masing-masing turun lebih dari setengah persen. Abiomed dan Advanced Micro Devices adalah di antara penghambat terbesar dalam S&P 500, masing-masing turun lebih dari 3 persen.

Saham-saham bioteknologi menunjukkan pergerakan signifikan ke sisi bawah pada hari itu, menyeret Indeks Bioteknologi Arca NYSE turun sebesar 1,8 persen. Kelemahan yang cukup besar juga terlihat di antara saham tembakau, sebagaimana tercermin oleh penurunan 1,5 persen oleh NYSE Arca Tobacco Index.

Saham semikonduktor, telekomunikasi, emas, dan perangkat lunak juga mengalami pelemahan yang signifikan, bergerak lebih rendah seiring dengan sebagian besar sektor utama lainnya.  Seperti saham pembuat hard disk Western Digital juga turun 3,6 persen.

Namun terdapat pergerakan saham yang positif seperti  saham sektor perumahan  dengan Indeks Sektor Perumahan Philadelphia melonjak 1,5 persen. Kemudian Saham WellCare Health Plans melonjak lebih dari 12,3 persen setelah mengumumkan akan menjual dirinya sendiri ke Centene sebesar $15,27 miliar dalam kesepakatan tunai dan saham.

Saham Boeing juga naik 1 persen setelah perusahaan meluncurkan perbaikan ke 737 pesawat Max setelah dua kecelakaan mematikan yang melibatkan pesawat dalam waktu kurang dalam 6 bulan.

Penutupan yang lebih rendah di Wall Street terjadi di tengah penurunan yang signifikan oleh imbal hasil obligasi, yang memperpanjang tren penurunan yang terlihat selama beberapa sesi terakhir. Imbal hasil obligasi 10-tahun mengakhiri hari di level penutupan terendah sejak Desember 2017.

Imbal hasil obligasi telah bergerak ke sisi negatif di tengah kekhawatiran tentang prospek ekonomi, dengan inversi kurva imbal hasil yang mengarah pada kekhawatiran tentang potensi resesi.

Dalam perdagangan semalam terdapat sentimen negatif dari data neraca perdagangan yang dilaporkan  Departemen Perdagangan yang menunjukkan defisit perdagangan A.S. berkurang  lebih dari yang diharapkan pada bulan Januari karena penurunan tajam dalam nilai impor. Investor menilai penurunan impor negeri tersebut bukanlah suatu perbaikan ekonomi.

 

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here