NZX dan IHSG Menghijau Ditengah Susahnya Saham Asia

488

(Vibiznews – Index) – Saham-saham di bursa saham banyak yang anjlok dalam perdagangan hari Kamis (28/03) setelah tergelincirnya perdagangan saham semalam di Wall Street oleh anjloknya kembali imbal hasil obligasi10-tahun yang diawasi ketat menyentuh level terendah dalam lebih dari setahun.

Anjloknya imbal hasil obligasi AS beberapa hari terakhir mengkhawatirkan terjadinya resesi di negeri ekonomi terbesar tersebut, kekhawatiran resesi ekonomi mengirim imbal hasil obligasi di Australia, Selandia Baru dan Jepang juga lebih rendah. Ketidakpastian juga berlanjut atas Brexit yang  membebani sentimen investor.

Indeks Nikkei 225 di bursa saham Jepang turun 1,47 persen dengan indeks saham kelas berat Softbank Group dan Fanuc anjlok masing-masing sekitar 2,2 persen dan 2 persen.  Saham eksportir utama  lebih rendah karena penguatan yen seperti saham Panasonic dan Mitsubishi Electric masing-masing turun lebih dari 2 persen, sementara Sony dan Canon masing-masing turun hampir 2 persen.

Perdagangan saham China Daratan juga menurun dengan indeks komposit Shanghai turun 0,97 persen dan di bursa saham Hong Kong, indeks Hang Seng turun 0,53 persen. Saham China Construction Bank yang terdaftar di Hong Kong turun hampir 1,5 persen setelah perusahaan membukukan penurunan laba kuartalan pertama sejak 2015.

Sementara itu di bursa saham Korea Selatan, indeks Kospi  turun 0,93 persen karena saham industri kelas berat Samsung Electronics dan saham pembuat chip SK Hynix masing-masing turun lebih dari 1 persen.

Dikawasan Pasifik terpantau mixed, dengan bursa saham Australia melemah dan bursa saham Selandia Baru melanjutkan rally. Indeks ASX 200  menurun 16,20 poin atau 0,26 persen  dengan indeks sektoralnya bergerak mixed. Saham yang melemah seperti saham 4 bank besar dan juga saham-saham perminyakan.  Indeks NZX 50 di bursa saham Selandia Baru naik tipis 0,14 persen ke posisi rekor baru tertinggi sepanjang sejarah.

Untuk perdagangan bursa saham Indonesia di bursa Jakarta rebound setelah perdagangan sebelumnya ditutup lemah, kini indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,16 persen ke posisi 6455.03. Dorongan kuat indeks oleh banyaknya peningkatan saham-saham unggulan sektor finance dan konsumer.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here