GBP/USD Jatuh Di Bawah 1.3100 Karena Isu Brexit & Sentimen “Risk-Off”

466

(Vibiznews-Forex) GBP/USD diperdagangkan dibawah 1.3100 dengan pemungutan suara ketiga mengenai kesepakatan Brexit dari May kemungkinan di tolak oleh Konservatif, DUP dan anggota parlemen dari Partai Buruh. Dolar AS naik karena sentimen “risk-off”. Data GDP AS meleset dari yang diperkirakan dengan hanya 2.2%.

AS baru saja merilis versi final dari GDP kuartal keempat, yang diperkirakan telah direvisi menjadi 2.4% vs perkiraan sebelumnya 2.6%. Angka yang keluar mengejutkan dengan penurunan yang menghasilkan 2.2%. Inflasi PCE inti pada kuartal terakhir 2018 dikonfirmasi 1.5%, sementara klaim pengangguran mingguan untuk minggu yang berakhir pada tanggal 22 Maret menurun ke 211.000 jauh lebih baik daripada yang diperkirakan sebesar 225.000.

Data AS yang buruk ini tidak mempengaruhi penurunan GBP/USD, karena kenaikan dolar AS nampaknya tidak mau menyerah, dengan pasangan matauang ini diperdagangkan pada kerendahan harian yang baru di sekitar 1.3073.

GBP/USD diperdagangkan dibawah 1.3100 pada ujung dasar dari rentang baru-baru ini: 1.3073-1.3265. Sementara pasar mendapatkan sukar untuk menilai bagaimana Brexit akan berakhir, sehingga sentimen pasar semakin bertambah suram.

Parlemen Inggris pada hari Rabu malam menolak semua delapan opsi yang ditawarkan oleh Perdana Menteri Theresa May untuk menembus kebuntuan Brexit. Opsi May yang bergerak kedepan mengenai persoalan ini menjadi bertambah terbatas, dengan spekulasi akan diadakannya pemilihan umum dalam jangka waktu dekat.

Parlemen bisa menyetujui perubahan status yang diperlukan untuk memundurkan tanggal  Brexit ke 12 April, setelah keputusan yang diambil pada pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa. Hal ini membuat masih ada 15 hari lagi untuk menemukan jalan maju.

Sentimen pasar yang muram karena kekacauan Brexit dan keprihatinan mengenai pertumbuhan global tetap memimpin pergerakan harga, dan penurunan revisi terhadap pertumbuhan GDP hanya mengkonfirmasi ketakutan tersebut.

Di segi lainnya, saham global terus tergelincir bersamaan dengan imbal hasil obligasi karena ketakutan akan resesi. Sentimen ini menolong Yen Jepang dan dolar AS yang “safe-haven”.

Secara tehnikal, penurunan selanjutnya dari pasangan matauang ini akan berhadapan dengan “support” terdekat di 1.3005 yang apabila berhasil dilewati akan bertemu dengan 1.2960 dan kemudian 1.2895. Sedangkan kenaikan kembali dari pasangan matauang ini akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di 1.3140 yang apabila berhasil ditembus, akan lanjut ke 1.3225 dan kemudian 1.3265.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here