GBP/USD Mendekati 1.3000 Karena Ketakutan Akan Terjadinya Brexit Yang Keras.

401

(Vibiznews-Forex) GBP/USD diperdagangkan dekat 1.3000 ditengah laporan bahwa PM Theresa May lebih memilih tidak ada kesepakatan Brexit daripada memperpanjang Artikel 50. Usaha lintas partai sedang dilakukan untuk mencegah keluarnya Inggris tanpa kesepakatan. Hal ini adakan diperdebatkan pada hari Kamis besok.

Pasangan matauang ini semula pada intraday menyentuh level 1.3150, meskipun dimulai dengan kehilangan momentum karena kenaikan permintaan dolar AS. Pasangan matauang ini melanjutkan penurunan semalam dan terjatuh sekitar 85 pips selama sesi Asian pada hari Selasa sebagai reaksi terhadap perkembangan yang terakhir, dimana Dewan Rakyat Inggris, secara mengejutkan, sekali lagi menolak semua keempat alternatif pada pemungutan suara indikasi. Sebagai akibat penolakan yang berlangsung terus menerus dari berbagai opsi oleh Parlemen Inggris, standard legal sekarang adalah Inggris akan meninggalkan Uni Eropa dalam 10 hari tanpa ada suatu kesepakatanpun.

Dengan para investor memonitor dengan cermat perkembangan lebih lanjut mengenai Brexit, pasangan matauang ini berhasil menemukan suatu “support” pada level yang lebih bawah dan sekarang telah pulih kembali diatas pertengahan 1.3000 dan sekarang diperdagangkan disekitar 1.3131 Terlepas dari berita utama Brexit yang terus berdatangan, para trader juga melihat kepada rilis data dari PMI konstruksi Inggris, yang di ikuti oleh data order “durable goods” AS.

Secara tehnikal, penurunan lebih lanjut dari pasangan matauang ini akan berhadapan dengan “support” yang merupakan level psikologis  kunci di 1.3000 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.12980 sebelum akhirnya ke 1.2900. Sebaliknya pergerakan naik akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di 1.3170 dan selanjutnya 1.3200.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here