Bursa Asia 4 April Mixed Menantikan Negosiasi Perdagangan AS-China

604

(Vibiznews – index) Bursa Saham di Asia bervariasi pada hari Kamis (04/04) dengan investor menantikan hasil negosiasi perdagangan AS dan China yang sedang berlangsung.

Pasar China daratan ditutup lebih tinggi, dengan indeks Shanghai menambahkan 0,94% menjadi 3.246,57 dan indeks Shenzhen juga naik 0,447% menjadi 1.780,02.

Namun di Hong Kong, indeks Hang Seng turun sekitar 0,17%, pada 29936.32.

Indeks Nikkei 225 di Jepang naik menjadi ditutup pada 21.724,95, sementara Topix turun 0,11% menjadi berakhir pada 1,620,05.

Saham pemasok Apple Japan Display melonjak 8,33% pada saat pasar tutup, menyusul laporan Reuters bahwa perusahaan akan memasok layar light-emitting diode (OLED) organik untuk Apple Watch akhir tahun ini.

Kesepakatan pasokan akan menandai terjunnya Display Jepang ke pasar layar OLED, Reuters melaporkan, mengutip dua sumber yang akrab dengan masalah ini. Perusahaan saat ini memasok layar tampilan kristal cair untuk iPhone XR.

Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,15% menjadi ditutup pada 2.206,53, saham pembuat chip SK Hynix turun 1,88%.

Indeks ASX 200 Australia turun 0,83% menjadi berakhir pada 6.232,80 karena sektor-sektor menurun, dengan subindex energi turun 1,86 persen karena saham perusahaan minyak turun. Santos merosot 2,18%, Beach Energy turun 4,31% dan Woodside Petroleum tergelincir 2,07%.

Negosiasi perdagangan tingkat tinggi antara China dan AS dilanjutkan pada hari Rabu di Washington. Harapan yang tinggi bahwa kedua negara lebih dekat dengan kesepakatan, dengan Presiden AS Donald Trump berencana untuk bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He pada hari Kamis di Washington.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan kepada wartawan, Rabu, bahwa China telah mengakui untuk pertama kalinya bahwa Amerika Serikat memiliki keluhan yang sah tentang pencurian IP, transfer teknologi paksa dan peretasan dunia maya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya bursa Asia akan melihat pergerakan bursa Wall Street, yang akan mencermati hasil negosiasi kesepakatan dagang AS-China yang sedang berlangsung.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here