Harga Gula Dunia Sedang Murah-murahnya Karena Pasokan Thailand dan India

1035

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula mentah berjangka yang diperdagangkan di bursa komoditas internasional ICE New York yang berakhir hari Kamis (04/04) anjlok cukup dalam hingga terjun ke posisi terendah 3 hari.  Demikian juga untuk harga gula putih di bursa ICE London retreat dari rebound sebelumnya.

Harga gula bergerak  lebih rendah  karena harga minyak mentah yang lemah bersama dengan output gula global yang lebih besar dari Thailand. Harga minyak mentah mundur hari ini karena laporan persediaan AMDAL yang bearish. Minyak mentah yang lebih lemah negatif untuk harga etanol dan mungkin mendorong pabrik gula Brasil untuk mengalihkan lebih banyak tebu ke arah produksi gula daripada produksi etanol, sehingga meningkatkan pasokan gula.

Data hari Rabu dari Thai Sugar Millers Corp menunjukkan bahwa produksi gula Thailand 2018/19 naik menjadi 13,92 MMT dan mungkin naik menjadi 14,3 MMT, naik  3,7% y/y, karena musim penghancuran Thailand diperkirakan akan berakhir pada pertengahan April.

Beberapa hari sebelumnya harga gula New York sempat turun  ke level terendah 2 minggu dan harga gula London kontrak Mei turun ke level terendah 6-bulan pada tanda-tanda pasokan global yang lebih besar setelah data dari Federasi Pabrik Gula India Ltd menunjukkan bahwa produksi gula di Maharashtra, penghasil gula terbesar kedua di India wilayah, naik   3,7% y/y menjadi 10,5 MMT selama 1 Oktober-1 April.

Harga gula mentah kontrak bulan Mei akhir perdagangan bursa New York ditutup turun  0,24  poin  atau 1,90% pada harga $12,42 per lb. Demikian untuk harga gula putih kontrak bulan Mei yang terpantau di bursa London ditutup turun  3,90  poin atau 1,18% pada harga $327.20.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan secara teknikal harga gula di ICE New York berpotensi menunjukkan pergerakan lemah oleh masih lemahnya harga minyak mentah.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here