Manisnya Harga Kopi Arabika Mulai Terasa Setelah Sebelumnya Terpukul

577

(Vibiznews – Commodity) – Harga kopi Arabika berjangka di bursa komoditas internasional New York pada penutupan perdagangan Kamis (04/04) melompat ke posisi tinggi sepekan dari jurang terendah 13-1/4 tahun perdagangan berjangka. Demikian juga untuk harga kopi Robusta di bursa ICE London ditutup melompat ke posisi tertinggi 1 pekan dari posisi terendah 3 tahun.

Harga kopi Arabika bergerak lebih tinggi  setelah rally pada  Real Brasil ke level tertinggi 1 minggu terhadap dolar mendorong terjadinya aksi bargain hunting. Harga kopi robusta di ICE London juga bergerak lebih tinggi pada penutupan pendek setelah data hari Rabu dari Kementerian Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Vietnam menunjukkan ekspor kopi Q1 Vietnam telah turun  14,2% y/y menjadi 483.000 MT.

Perdagangan sebelumnya harga kopi arabika Mei mencatat terendah 13-1/4 tahun  karena pasokan berlimpah  data ICO yang dirilis Selasa menunjukkan bahwa ekspor kopi global 2018/19 selama Oktober-Februari naik  5,7% y/y menjadi 52 juta kantong. Selain itu, Kementerian Perdagangan Brasil melaporkan pada hari Senin bahwa ekspor kopi Brasil Mar melonjak  41,1% y/y menjadi 3,209 juta kantong.

Sedangkan pemicu anjloknya harga kopi Robusta sebelumnya  dari ramalan cuaca terbaru yang menyerukan hujan menguntungkan di daerah penanaman kopi di Vietnam dan Indonesia pada minggu berikutnya. Selain itu persediaan saat ini kuat karena persediaan kopi yang dipantau ICE dari 2,494 juta kantong pada hari Senin hanya  0,4% di bawah tinggi 4-3/4 tahun 2,503 juta kantong dari 25 Maret.

Harga kopi arabika untuk kontrak paling besar yaitu Mei 2019 bursa New York  ditutup naik  3,70   poin atau 4,04% dari posisi perdagangan sebelumnya pada posisi $95.35 per lb.  Sedangkan harga kopi robusta kontrak bulan Mei ditutup naik 44  poin  atau 3,11% dari   perdagangan  sebelumnya  pada $1454 per ton.

Penggerak positif untuk kopi robusta adalah  laporan Pusat Peramalan Hidro-Meteorologi Nasional Vietnam memperkirakan pada hari Senin bahwa Dataran Tinggi Tengah, wilayah penghasil kopi terbesar di Vietnam, dapat menerima hujan 20% -40% lebih sedikit di bulan April daripada rata-rata historis, yang dapat menyebabkan hasil kopi robusta yang lebih kecil.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga akhir sesi Amerika esok hari, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga kopi arabika masih bergerak di zona positif oleh proyeksi pelemahan dolar AS.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here