Bursa Amerika Terpukul Ancaman Perang Dagang AS-UE

561

(Vibiznews – Index) – Saham Amerika bergerak sebagian besar lebih rendah selama sesi perdagangan yang berakhir bebberapa saat lalu Rabu (10/04)  setelah kinerja yang mixed terlihat pada sesi sebelumnya. Nasdaq dan S&P 500 retreat setelah mengakhiri perdagangan awal pekan pada penutupan tertinggi enam bulan, dan Dow Jones  turun untuk hari kedua berturut-turut.

Kemudian Dow Jones dan S&P 500 keduanya juga membukukan sesi terburuk sejak perdagangan 22 Maret, sementara Nasdaq Composite mencatat penurunan terbesar sejak perdagangan 27 Maret.

Indeks Dow Jones kehilangan 190,44 poin atau 0,7 persen  ditutup pada  26.150,58 karena saham Boeing mendapat tekanan lagi di tengah kekhawatiran tentang  keterlambatan produksi jet 737 Max. Indeks S&P 500 turun 0,6% atau 17,57 poin menjadi 2.878,20, dipimpin oleh kerugian saham industri, energi dan perusahaan keuangan. Nasdaq Composite turun 44,61 poin atau 0,5% menjadi 7.909,28 karena saham Microsoft, Apple, Amazon dan Alphabet semuanya menurun.

Kelemahan di Wall Street terjadi  karena para investor beralih ke aset  safe havens menjelang rilis laporan inflasi AS beberapa hari mendatang serta kekhawatiran masuki musim laporan pendapatan perusahaan terdaftar yang sudah diperkirakan akan menurun. Raksasa keuangan JPMorgan Chase (JPM) dan Wells Fargo (WFC) akan melaporkan hasil kuartalan mereka pada hari Jumat, sebagai pertanda nantinya kesulitan  apa yang terjadi pada kuartal pertama.

Bank of America, yang juga akan melaporkan pendapatan minggu depan mengatakan semalam bahwa mereka nantinya menaikkan upah minimum untuk karyawannya menjadi $20 per jam. Upah minimum di perusahaan akan dinaikkan menjadi $17 efektif 1 Mei dan akan meningkat secara bertahap selama dua tahun ke depan. Semua saham perbankan diatas semua turun setidaknya 0,5%.

Kekhawatiran tentang prospek ekonomi global juga membebani pasar, terutama setelah Presiden Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada barang-barang Eropa sebagai respons terhadap subsidi Uni Eropa untuk Airbus. Perselisihan perdagangan antara Presiden Trump dan UE terjadi di tengah ketidakpastian tentang perang dagang AS dan Cina yang sedang mencapai kesepakatan perdagangan akhir.

Tengang pergerakan saham di Wall Street secara sektoral, saham-saham baja bergerak turun tajam selama sesi perdagangan hingga menyeret NYSE Arca Steel Index turun 2,3 persen.  Saham US Steel (X) memimpin sektor ini lebih rendah setelah Credit Suisse menurunkan peringkat pada saham perusahaan menjadi underperform dari netral.

Kemudian kelemahan yang signifikan juga terjadi di antara saham bioteknologi, seperti tercermin dalam  penurunan 1,6 persen oleh NYSE Arca Biotechnology Index. Saham energi juga melihat kelemahan yang cukup besar di tengah anjloknya harga minyak mentah, demikian juga  saham perumahan, perbankan, dan semikonduktor.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here