Review Forex 11/04: Dolar AS Bangkit Dari 3 Hari Terpuruk Karena Kekuatan Data Ekonomi

833

(Vibiznews – Forex) – Mengakhiri perdagangan forex sesi Amerika beberapa saat lalu hari Jumat (12/04) dolar AS akhirnya berhasil mencetak penguatan setelah 3 hari berturut terpuruk terhadap semua rival utamanya. Kekuatan dolar didapat setelah rilis data PPI (harga produsen) dan klaim pengangguran AS yang mengesankan.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan mata uang dolar AS terhadap beberapa rival mata uang utama lainnya ditutup menguat 0,22 persen ke posisi 97,16 yang dibawah tititk tinggi perdagangan sebelumnya dan sempat anjlok ke posisi 96,88.  Dan sebelumnya juga indeks dibuka di sesi Asia pada posisi  96.93.

Keuntungan dolar AS  juga karena penurunan kurs euro setelah pejabat Uni Eropa memberikan perpanjangan enam bulan yang fleksibel  ke Inggris untuk menarik diri dari Uni Eropa. Euro turun 0,18% pada $ 1,1256, setelah diperdagangkan pada $ 1,1289 sebelumnya. Terhadap pound sterling, dolar AS naik 0,24%  pada 1,3057, menguat dari posisi rendah 1,3109.

Dolar menguat terhadap safe haven yen Jepang juga, setelah anjlok 3 hari berturut. Dolar menguat  111,69 yen yang naik dari posisi rendahnya di 110,89 yen. Demikian juga dolar menguat sekitar 0,06% terhadap franc Swiss pada posisi pair  di 1,0033. Terhadap loonie (dolar Canada) juga menguat 0,4% pada 1,3376.

Data yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja pagi tadi menunjukkan klaim pengangguran di AS turun ke level terendah dalam lima dekade dan memicu aksi jual di emas berjangka. Laporan Departemen Tenaga Kerja mengatakan klaim pengangguran awal turun menjadi 196.000, turun 8.000 dari tingkat revisi pekan sebelumnya 204.000.

Laporan lain yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja mengatakan indeks harga produsen untuk permintaan akhir naik 0,6% pada Maret setelah naik 0,1% pada Februari.  Peningkatan harga produsen yang lebih besar dari yang diperkirakan terjadi karena harga energi meroket 5,6% pada bulan Maret menyusul kenaikan 1,8% pada Februari dan harga bensin naik 16%.

Dari kalender ekonomi Eropa, Eurostat  melaporkan inflasi harga rumah di zona euro melambat pada kuartal keempat 2018 setelah tetap tidak berubah dalam tiga bulan sebelumnya.

Data akhir dari INSEE mengkonfirmasi bahwa inflasi harga konsumen Perancis melambat ke level terlemahnya dalam 17 bulan di bulan Maret, naik di 1,1%, dibandingkan dengan 1,3% di Februari. Demikian juga inflasi harga konsumen Jerman melambat pada bulan Maret, seperti yang diperkirakan naik 1,3% YoY setelah naik 1,5% pada Februari.

Dalam berita Brexit, Uni Eropa telah memperpanjang batas waktu Brexit hingga 31 Oktober 2019. Perpanjangan itu membantu mencegah prospek Inggris harus meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan pada 12 April.  Perdana Menteri Inggris Theresa May telah membela keputusannya untuk menunda keluarnya Inggris dari UE. May juga mengatakan jika kesepakatan yang disetujui dengan UE disahkan, Inggris dapat meninggalkan UE  sesegera mungkin. Tapi kemudian, Inggris harus mengadakan pemilihan Parlemen Eropa pada bulan Mei, atau menghadapi prospek meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan pada 1 Juni.

Untuk perdagangan forex selanjutnya, investor akan menunggu data ekonomi penting secara global yaitu data neraca perdagangan China pada sesi Asia dan pada sesi Amerika terdapat data sentimen konsumen dari UoM.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here