Bursa Asia Dominan Lemah; Bursa Indonesia dan Australia Positif

864

(Vibiznews – Index) Pasar Saham Asia berakhir sebagian besar lebih rendah pada hari Kamis (18/04), sedangkan bursa Indonesia melonjak pasca hitungan cepat pemilu dan bursa Australia terdukung peningkatan data tenaga kerja.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 tergelincir 0,84 persen menjadi ditutup pada 22.090,12, dengan saham Softbank Group menurun 2,16 persen. Indeks Topix juga turun 0,96 persen menjadi berakhir pada 1.614,97.

Saham China Daratan turun pada penutupan, dengan indeks Shanghai tergelincir 0,4 persen menjadi 3.250,20 dan indeks Shenzhen juga turun 0,587 persen menjadi 1.762,30.

Indeks Hang Seng di Hong Kong juga turun 0,54 persen pada 29963.26, dengan saham China Construction Bank yang terdaftar di Hong Kong turun lebih dari 1 persen.

Indeks Kospi Korea Selatan turun 1,43 persen menjadi ditutup pada 2.213,77. Saham Samsung Electronics mengalami penurunan 3,08 persen setelah beberapa akun muncul dari telepon lipat senilai 2.000 dolar AS untuk beberapa pengguna menjelang peluncuran ritel perangkat.

Di Australia, indeks ASX 200 berakhir sedikit lebih tinggi di 6.259,80.

Data angkatan kerja Australia datang di atas ekspektasi pada hari Kamis, dengan 25.700 pekerjaan ditambahkan berdasarkan penyesuaian musiman di bulan Maret dibandingkan dengan perkiraan kenaikan 12.000 dalam jajak pendapat Reuters.

Di kawasan Asia lainnya, bursa Indonesia melonjak 1,55 persen pada pembukaan, menurut Reuters. Pergerakan itu terjadi setelah hitungan cepat (quick count) menunjukkan Presiden Joko Widodo sebagai petahana diprediksi akan memenangkan masa jabatan kedua. Indeks terakhir diperdagangkan naik 0,44 persen pada sore hari.

Di tengah musim pendapatan yang sedang berlangsung di Amerika Serikat, 84,6 persen dari perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan kalender pendapatan kuartal pertama telah melampaui ekspektasi analis, menurut FactSet. Ini adalah musim pendapatan yang sangat dinanti-nantikan karena para analis yang disurvei oleh FactSet memperkirakan pendapatan perusahaan akan turun sebesar 4,2 persen pada kuartal pertama.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya bursa Asia akan melihat pergerakan bursa Wall Street, yang akan mencermati data Markit Manufacturing, Services dan Composite April, yang jika melemah akan menekan bursa Wall Street.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here