Harga Minyak Diserang Profit Taking Oleh Penyusutan Pasokan AS

344

(Vibiznews-Commodity) – Harga minyak mentah pada penutupan perdagangan sesi Amerika beberapa saat lalu Kamis (18/04) turun oleh profit taking setelah minyak mentah Brent awal sesi mencapai tertinggi 2019 di atas $72 per barel, didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil di China dan data menunjukkan stok minyak mentah AS menyusut pekan lalu.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS turun 29 sen lebih rendah pada $63,76 per barel, turun setengah persen tetapi tidak jauh dari penutupan tertinggi 2019 minggu lalu di $64,61. Demikian juga harga minyak patokan internasional, minyak mentah Brent turun 10 sen menjadi $71,62 per barel, setelah sebelumnya menyentuh $72,27, tertinggi sejak 8 November.

Persediaan minyak mentah AS turun 1,4 juta barel pada pekan lalu, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk kenaikan 1,7 juta barel. Namun, data resmi dari Administrasi Informasi Energi  adalah sekitar setengah dari penurunan yang dilaporkan oleh American Petroleum Institute pada hari Selasa.

Harga minyak telah didukung tahun ini oleh pakta yang dicapai oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu, termasuk Rusia untuk membatasi produksi minyak mereka sebesar 1,2 juta barel per hari. Pasokan global juga semakin diperketat oleh sanksi AS terhadap anggota OPEC, Venezuela dan Iran.

Dari sisi permintaan  mendapat prospek melalui data PDB China yang stabil sehingga dapat mengangkat harga bergerak lebih tinggi pada peningkatan pertumbuhan global dan sentimen risiko.

Pada bulan Juni, OPEC dan mitra-mitranya akan memutuskan apakah akan terus membatasi produksi mereka, meskipun kekhawatiran telah muncul atas kesediaan Rusia untuk tetap berpegang pada pemotongan. Gazprom Neft, cabang minyak perusahaan gas Rusia Gazprom, memperkirakan kesepakatan minyak global antara OPEC dan sekutunya akan berakhir pada paruh pertama tahun ini.

Untuk perdagangan selanjutnya, analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak WTI selanjutnya akan menemui posisi support di 63.40 – 62.91. Namun jika terjadi pergerakan positif kembali akan mendaki ke posisi resisten 64.30 – 65.00.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here