Lonjakan Dolar AS Karena Data Ritel Dipangkas Lagi Oleh Data PMI

408

(Vibiznews – Forex) – Posisi dolar AS yang sempat alami tekanan pada perdagangan sesi Asia hingga awal sesi Eropa imbas perdagangan sebelumnya, bangkit kembali dan melonjak pada awal sesi Amerika hari Kamis (18/04) hingga tembus resisten lemahnya ke posisi terteringgi 9 hari merespon rilis data retail sales Amerika Serikat yang alami lonjakan.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan mata uang dolar AS terhadap beberapa rival mata uang utama lainnya sedang menguat  0,30 persen ke posisi 97,30 dan sempat naik ke posisi 97,42 yang merupakan puncak tinggi 9 hari perdagangan.  Indeks dibuka di sesi Asia pada posisi  97.02 dan pada sesi Asia anjlok hingga posisi 96.96.

Departemen Perdagangan AS mengungkapkan dalam laporan yang dirilis beberapa saat lalu bahwa penjualan ritel di AS melonjak jauh lebih dari yang diperkirakan pada bulan Maret. Data penjualan ritel melonjak 1,6 persen pada Maret setelah turun 0,2 persen pada Februari. Kenaikan data  disebabkan oleh lonjakan penjualan oleh kendaraan bermotor dan dealer suku cadang, yang meroket 3,1 persen pada Maret setelah turun 0,1 persen pada Februari.

Namun kekuatan data retail sales tersebut terpangkas kembali oleh rilis data bisnis manufaktur dari PMI, dimana data flash PMI menunjukkan penurunan data dari periode bulan sebelumnya dan juga ekspektasi untuk kinerja bisnis manufaktur dan jasa.

Karenanya analyst Vibiz Research Center memperkirakan pergerakan indeks dolar selanjutnya hingga akhir sesi Amerika, akan bergerak turun menuju posisi pembukaan dan jika tembus akan terjun ke posisi supportnya di 96.88 – 96.60. Dan jika menguat kembali akan naik ke posisi resistennya di 97.44 – 97.70.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here