EUR/USD Bangkit Dari Kerendahan Selama 22 Minggu Atas Data AS Yang Bagus.

439

(Vibiznews-Forex) EUR/USD diperdagangkan pada pertengahan 1.1100 an, naik dari level terendah sejak bulan Juni 2017. Dolar AS terus mendominasi secara luas. Order “durable goods” AS mengalahkan ekspektasi pasar dengan angka umum sebesar 2.7% dan angka inti sebesar 0.4%.

Mata uang Eropa adalah yang paling menderita dari menguatnya dolar AS secara luas, dengan pasangan matauang EUR/USD diperdagangkan pada titik terendah di dalam hampir dua tahun selama perdagangan sesi London, turun ke zona harga 1.1120. Tidak ada katalisator yang khusus dibelakang penurunan yang terbaru dari pasangan matauang ini, melainkan melanjutkan pergerakan hari Rabu kemarin lusa. Kalender forex tidak memberikan relevan data Uni Eropa, namun AS mengeluarkan laporan Order Durable Goods.

Menurut laporan resmi, order “durable goods” naik 2.7% MoM, jauh lebih baik daripada yang diperkirakan kemajuan sebanyak 0.8%. Nondefense Capital Goods Orders ex Aircraft naik 1.3% dibandingkan dengan perkiraan pasar sebesar 0.1%. Meskipun Amerika Serikat merilis klaim pengangguran yang naik 230.000 pada minggu yang berakhir 19 April 19. Angka yang kuat membuat “greenback” terus terpelihara pada ketinggiannya belakangan ini, walaupun tidak ada lonjakan apa-apa karena dolar AS sebagian besar telah “overbought”.

Secara tehnikal, apabila EUR/USD turun lagi, maka akan berhadapan dengan “support” terdekat di 1.1115 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut turun  ke 1.1085 dan akhirnya ke 1.1050. Sebaliknya apabila berbalik naik, pasangan matauang ini akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di 1.1145 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut naik ke 1.1190 dan akhirnya ke 1.1220.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here