Dolar AS Masih Terpukul Meski Data Ekonomi AS Kuat

517

(Vibiznews – Forex) – Masuki perdagangan forex sesi Asia hari Senin (29/04) posisi dolar AS masih sangat terpukul oleh sentimen pelemahan perdagangan akhir pekan lalu, meskipun rilis data pertumbuhan ekonomi AS melompat cukup tinggi dari periode sebelumnya. Terpantau setelah dibuka lebih rendah bergerak ragu-ragu dengan trend yang bearish.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan mata uang dolar AS terhadap beberapa rival mata uang utama sedang turun sekitar 0,03 persen menjadi 97.98 setelah dibuka pada posisi 98.03 dari penutupan akhir pekan lalu pada posisi 98.04.

Dolar anjlok cukup signifikan pada hari Jumat, menghentikan kenaikan tiga hari berturut-turut  setelah laporan pertumbuhan kuartal pertama AS yang kuat secara keseluruhan , namun dibayangi oleh data inflasi yang lemah. PDB Q1-2019 meningkat 3,2% y/y dari  2,2% persen sebelumnya.

Manisnya data PDB tersebut tidak membuat dolar menikmatinya, namun sentimen pasar sedang tertuju pada angka  indeks harga konsumsi pengeluaran pribadi inti, yang merupakan ukuran inflasi acuan Federal Reserve. Dimana data tersebut  meningkat hanya pada tingkat 1,3% berbanding 1,8% pada kuartal sebelumnya.’

Untuk pergerakan hari ini tidak banyak katalis penggerak dari rival-rivalnya, data dari kalender ekonomi yang penting diperhatikan pada sesi Amerika yaitu data core PCE index dan personal spending secara bulanan.

Untuk perdagangan selanjutnya analyst Vibiz Research Center memperkirakan secara teknikal, indeks dolar bergerak naik menuju posisi support di 97.81 – 97.57. Namun jika bergerak sebaliknya akan bergerak naik menuju posisi resistennya di posisi 98.25 – 98.62.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here