Review Forex 29/04: Dolar Turun Terus Dari Posisi Rekor Tinggi 23 Bulan

911

(Vibiznews – Forex) – Mengakhiri perdagangan forex sesi Amerika beberapa saat lalu hari Selasa (30/04), sebagian besar mata uang utama menguat dalam kisaran ketat pada volume perdagangan minim karena pasar keuangan Jepang selama 10 hari dan bersiap-siap menantikanpPertemuan kebijakan Federal Reserve, negosiasi Brexit dan sejumlah data global termasuk payroll AS. Momen ini masing-masing dapat menjadi pemicu perubahan mata uang besar minggu ini.

Kekuatan mata uang utama tersebut juga oleh posisi dolar AS yang terus turun dari posisi rekor tinggi 23 bulan yang dicapai pada perdagangan pekan lalu. Terpantau indeks dolar yang menunjukkan kekuatan mata uang dolar AS terhadap beberapa rival mata uang utama lainnya ditutup melemah  0,16 persen ke posisi 97,85 setelah sempat naik ke posisi 98.10.

Dolar AS diperdagangkan pada 111,67 yen dibandingkan dengan 111,58 yen yang diambil pada penutupan perdagangan New York pada hari Jumat. Terhadap euro, dolar dihargai $1,1184 dibandingkan dengan $1,1151 Jumat lalu. Demikian juga terhadap poundsterling, dolar di posisi 1.2935 setelah akhir pekan lalu di posisi 1.2914.

Di sisi laporan kalender ekonomi AS, laporan Departemen Perdagangan menunjukkan kenaikan yang lebih kecil dari yang diharapkan dalam pendapatan pribadi AS di bulan Maret, meskipun laporan itu juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengeluaran pribadi selama bulan tersebut. Pendapatan pribadi naik tipis 0,1 persen pada Maret setelah naik 0,2 persen pada Februari.

Sementara itu, laporan itu mengatakan pengeluaran pribadi melonjak 0,9 persen pada Maret setelah naik 0,1 persen pada Februari dan naik 0,3 persen pada Januari yang direvisi naik. Departemen Perdagangan memberikan data baru untuk Februari dan Maret dalam laporan bulan ini karena dampak dari penutupan pemerintah awal tahun.

Untuk katalis penggerak pasar forex hari ini terdapat banyak data penting yang dapat diamati sejak dari sesi Asia hingga sesi Amerika. Data yang sangat major yaitu data kinerja manufaktur China serta di sesi Amerika data survey CB consumer convidence.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here