Keuntungan Bursa Wall Street Mixed, Saham Induknya Google Terjun Bebas

479

(Vibiznews – Index) – Perdagangan saham Amerika di bursa Wall Street yang berakhir Rabu (01/05) berakhir dengan indeks utama mixed setelah awal sesi alami profit taking pasca rekor perdagangan sebelumnya. Indeks Dow Jones dan S&P 500 berhasil keluar  dari posisi terendah mereka dan memasuki zona positif, namun Nasdaq yang padat dengan saham teknologi tetap terjebak di zona merah.

Indeks Nasdaq turun 54,09 poin atau 0,7 persen menjadi 8.107,77 setelah mengakhiri sesi sebelumnya pada rekor penutupan tertinggi, tertekan kuat anjloknya saham Alphabet. Indeks  Dow Jones naik 38,52 poin atau 0,2 persen menjadi 26.592,91 dan indeks S&P 500 merangkak naik 2,80 poin atau 0,1 persen ke rekor penutupan tertinggi baru dari 2,945.83.

Penurunan tajam oleh saham Alphabet berkontribusi pada kerugian yang dicetak oleh Nasdaq, dengan anjlok sebesar 7,5 persen. Terjun bebasnya saham induk Google tersebut setelah perusahaan melaporkan pendapatan kuartal pertama yang melampaui estimasi  tetapi angka pendapatan yang lebih lemah dari yang diharapkan.

Secara sektoral, saham Utilities menunjukkan pergerakan kuat ke atas selama sesi, dan mendorong Dow Jones Utilities Average naik 1,6 persen ke rekor penutupan tertinggi. Demikian juga Indeks Real Estat Dow Jones AS naik 1 persen lebih.

Di sisi lain, saham-saham layanan minyak bergerak turun tajam pada hari itu, menyeret Philadelphia Oil Service Index turun 2,5 persen ke level penutupan terendah dalam lebih dari sebulan.

Kekuatan indeks  Dow Jones banyak ditopang oleh laporan perusahaan yang mengesankan seperti saham General Electric (GE) bergerak kuat secara signifikan setelah perusahaan konglomerat industri tersebut melaporkan hasil kuartal pertama yang melebihi perkiraan. Saham raksasa makanan cepat saji McDonald’s (MCD) membukukan kenaikan moderat  setelah melaporkan hasil kuartal pertama yang lebih baik dari yang diharapkan.

Akhir perdagangan yang mixed di Wall Street juga terjadi karena pelaku pasar  melihat ke depan untuk pengumuman keputusan kebijakan moneter terbaru Federal Reserve pada hari Rabu. Dimana mereka diperkirakan akan membiarkan suku bunga tidak berubah, meskipun pedagang cenderung untuk mengawasi pernyataan yang menyertainya dan konferensi pers berikutnya Ketua Fed Jerome Powell.

Sehari menjelang pengumuman Fed, Presiden Donald Trump mendesak bank sentral untuk memangkas suku bunga. “Federal Reserve kami terus-menerus menaikkan suku bunga, meskipun inflasi sangat rendah, dan melembagakan pengetatan kuantitatif yang sangat besar. Kami memiliki potensi untuk naik seperti roket jika kami melakukan beberapa penurunan tarif, seperti satu poin, dan beberapa pelonggaran kuantitatif.” kata Trump dalam  postingannya di Twitter.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here