Konflik Venezuela Turunkan Harga Minyak di Asia

434

(Vibiznews-Commodity) – Harga minyak mentah  yang diperdagangkan pada sesi Asia hari Rabu (01/05) retreat oleh profit taking setelah 2 hari berturut menunjukkan kenaikan harga. Profit taking terjadi merespon konflik politik yang terjadi di Venezuela  dimana pemberontakan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro akan memukul ekspor minyak mentah negara itu.

Harga minyak mentah berjangka Brent atau harga acuan minyak internasional berada di $71,56 per barel  yang  turun $1,26 , atau 1,70 persen dari penutupan sesi Amerika beberapa saat lalu. Demikian juga harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 60 sen atau 0,92 persen berada di $63,25 per barel.

Berita konflik yang sedang terjadi di Venezuela, pemimpin oposisi Juan Guaido menyerukan dukungan militer untuk mengakhiri pemerintahan Maduro dan melakukan aksi kekerasan di luar pangkalan udara Caracas. Namun menurut Menteri Perminyakan negara itu, aksi kekerasan itu tidak mengganggu operasional PDVSA.

Ekspor minyak Venezuela yang merupakan anggota OPEC telah terkena sanksi AS terhadap PDVSA dan krisis ekonomi, membantu membawa produksi OPEC ke level terendah empat tahun.

Sebelumnya, harga minyak mentah menguat mendapat dukungan ketika Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan kesepakatan antara produsen untuk memangkas produksi dapat diperpanjang hingga akhir 2019.  Selain itu  EIA melaporkan produksi minyak mentah AS turun menjadi 11,68 juta barel per hari (bph) pada Februari, turun dari 11,87 juta (bph) Januari.

Untuk perdagangan selanjutnya, analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak WTI selanjutnya akan menemui posisi  posisi support di 62.74 – 62.28.  Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan mendaki  ke resisten 64.26 – 65.20.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here