Bursa Eropa Mixed, Saham Volkswagen Kuatkan Bursa Jerman

434

(Vibiznews – Index) – Perdagangan bursa saham kawasan Eropa  memulai sesi Kamis (02/05) dibuka lebih rendah ikuti trend perdagangan bursa saham Wall Street setelah ketua Federal Reserve mengisyaratkan tidak adanya tanda menurukan  suku bunga yang sudah naik setahun terakhir. Namun tidak lama kemudian indeks bergerak kuat kembali.

Indeks Pan-European Euro Stoxx 600 Index lebih rendah 0,3% di awal deal. Sebagian besar bursa utama berada di wilayah negatif dengan hanya DAX Jerman yang menentang tren tersebut.Indeks Pan-European Stoxx 600 turun 77 poin atau 0,20 persen, dengan sebagian besar sektor dan bursa utama merangkak naik. Indeks FTSE 100 menguat 0,01 persen, dan indeks DAX Jerman menguat 0,14 persen, namun indeks CAC 40 Prancis masih di posisi turun 0,36 persen,

Saham Volkswagen alami kenaikan 5 persen mensupport kenaikan bursa Jerman setelah melaporkan pendapatan kuartal pertama sesuai dengan ekspektasi. Di bursa Perancis, saham BNP Paribas naik 1 persen setelah melaporkan laba bersih 1,92 miliar euro ($ 2,15 miliar) untuk kuartal pertama, melonjak 22% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebaliknya terdapat saham yang anjlok cukup signfikan seperti saham ING, kelompok keuangan Belanda terbesar, setelah  melaporkan sedikit penurunan pada laba bersih yang mendasari kuartal pertama 1,12 miliar euro (1,26 miliar dolar) di bawah ekspektasi.

Selain dari laporan pendapatan koorporasi, investor mencerna pernyataan Ketua Fed Jerome Powell  dalam konferensi pers Rabu bahwa tekanan inflasi yang rendah baru-baru ini mungkin hanya sementara yang berusaha mengalihkan potensi terjadinya  penurunan suku bunga karena inflasi rendah.

Sementara itu, investor di Inggris akan memantau keputusan suku bunga dari Bank sentral Inggris  (BOE) yang diperkirakan tidak akan merubah suku bunganya. Dari sisi kalender ekonomi,  aktivitas pabrik di zona euro mengalami kontraksi untuk bulan ketiga di bulan April, menurut IHS Markit, terpukul oleh permintaan global yang lemah dan meningkatnya proteksionisme perdagangan, serta ketidakpastian Brexit yang berkepanjangan.

Sebagai informasi, perdagangan bursa Eropa sebelumnya banyak yang tutup kecuali bursa  Inggris , bergerak lemah dengan penutupan indeks FTSE 100  turun 0,4 persen.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here