IHSG Kamis Tergelincir 1,25% ke 6374; Profit Taking Menelan Gain 3 Hari Sebelumnya

436

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan pasar Kamis sore ini (02/05) terpantau tergelincir melemah 1,25% atau 80,931 poin ke level 6.374,422 setelah dibuka naik ke level 6.458,121. IHSG tampak digerus profit taking hampir menghapus gain dari rally 3 hari berturut-turut sebelumnya, sedangkan bursa kawasan Asia hari ini mixed setelah keputusan bertahannya suku bunga the Fed.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini terpantau melemah tipis 0,04% ke level Rp 14.255, sedangkan dollar AS di pasar uang Eropa tampak terkoreksi setelah gain di sesi global sebelumnya karena pernyataan Powell yang menyebutkan rendahnya inflasi AS sebagai sementara. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.250.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau naik tipis 2,7 poin atau 0,04% ke level 6.458,121. Sementara indeks LQ45 naik 0,57 poin (0,06%) ke level 1.019,909. Siang ini di penutupan sesi pertama IHSG ditutup turun 68,74 poin (1,06%) ke level 6.386,604. Sedangkan indeks LQ45 turun 9,45 poin (0,93%) ke level 1.009,871.

IHSG kemudian makin merosot di zona merah, dan di akhir sesi ditutup melemah tajam 1,25% atau 80,931 poin ke level 6.374,422. Indeks LQ45 turun 12,381 poin (1,21%) ke level 1.006,949. Hari ini semua dari sepuluh sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor industry dasar yang merosot 2,00%, diikuti sektor manufaktur yang turun 1,74%.

Tercatat sebanyak 149 saham naik, 267 saham turun dan 115 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 471.402 kali transaksi sebanyak 15,22 miliar lembar saham senilai Rp 9,50 triliun.

Sementara itu, bursa regional sore ini terlihat umumnya variatif, di antaranya Indeks STI yang menurun 0,20% dan Indeks Hang Seng yang naik 0,83%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Erajaya (ERAA) -22,07%, Bank Danamon (BDMN) -19,77%, Antam (ANTM) -5,20%, dan Semen Indonesia (SMGR) 4,44%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dihantam aksi ambil untung setelah IHSG sempat rally tiga hari, sementara bursa regional Asia variatif dengan keputusan bertahannya Fed Fund Rate. Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih dalam bias negative tetapi tetap berpotensi menanjak dari area oversold, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.516 dan 6.636. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.321, dan bila tembus ke level 6.302.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here