Lonjakan Pasokan AS Membuat Harga Minyak Semakin Tertekan

383

(Vibiznews-Commodity) – Harga minyak mentah  yang diperdagangkan pada sesi Asia hari Kamis (02/05) bergerak lemah di tengah 2 sentimen yang berlawanan setelah perdagangan sebelumnya menguat tipis. Sentimen negatif dipengaruhi oleh laporan EIA untuk pasokan minyak mentah AS  yang melonjak.

Harga minyak mentah berjangka Brent atau harga acuan minyak internasional berada di $72,10 per barel  yang  turun 21 sen, atau 0,29 persen dari penutupan sesi Amerika beberapa saat lalu. Demikian juga harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 16 sen atau 0,24 persen berada di $63,54 per barel.

Energy Information Administration (EIA) laporkan pasokan  minyak mentah AS pekan lalu naik ke level tertinggi sejak September 2017, melonjak 9,9 juta barel menjadi 470,6 barel, dikarenakan produksi berada pada rekor tertinggi 12,3 juta barel per hari (bpd) sementara tingkat kegiatan penyulingan turun.

Di luar Amerika Serikat, bagaimanapun pasar minyak tetap ketat di tengah krisis politik di Venezuela, semakin ketatnya sanksi AS terhadap Iran  dan  upaya Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang terus menahan pasokan untuk menopang harga. Berita terbaru dari Menteri Energi Oman Mohammed bin Hamad al-Rumhy mengatakan  OPEC bertujuan untuk memperpanjang pemotongan  yang dimulai pada bulan Januari lalu.

Untuk perdagangan selanjutnya, analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak WTI selanjutnya akan menemui posisi  posisi support di 63.76 – 62.07.  Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan mendaki  ke resisten 63.85 – 64.45.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here