GBP/USD Naik Membumbung Ke Ketinggian 4 Minggu

348

(Vibiznes-Forex) Pasangan matauang GBP/USD melompat ke 1.3176, yang tertinggi dalam empat minggu, meskipun tidak ada katalisator yang jelas yang mendorong naik Poundsterling. Kelemahan dolar AS berlanjut setelah data jasa AS yang buruk.

Pada awalnya Dolar AS kelihatannya tidak dapat dihentikan setelah FOMC dari Federal Reserve dan komentar Gubernur Jerome Powell, menjelang rilis data Non-Farm Payrolls sementara poundsterling terpukul oleh ketidak pastian Brexit. Apakah ini artinya GBP/USD akan turun lebih lanjut? Tidak sebegitu cepat.

Di dalam pertempuran antar bank sentral, the Fed memiliki posisi yang lebih kuat. Pesan Powell yang penuh dengan kepercayaan pada hari Rabu yang lalu terus bergema, mendorong dolar AS naik lebih tinggi, namun dengan waktu terus berjalan, berdatangan event-event lainnya.

Laporan NFP yang secara umum kelihatannya sangat bagus, tidaklah begitu hebatnya.

laporan “empoloyment” AS bulan April, yang populer dengan nama Non-Farm Payrolls, menunjukkan kenaikan sebesar 263.000, yang jauh diatas dari yang diperkirakan kenaikan sebesar 190.000. Namun, kenaikan ADP jobs yang kuat pada hari Rabu minggu lalu (naik 275.000 versus yang diperkirakan naik 177.000) membuat banyak orang berpikir angka pekerjaan pada hari Jumat dari Departemen Tenaga Kerja akan lebih tinggi lagi.

Dengan tingkat pengangguran turun ke level terendah sejak bulan Desember 1969, orang memperkirakan dolar AS akan mengalami kenaikan secara agresif terhadap rekan utamanya. Namun, reaksi pasar menunjukkan bahwa para investor dengan jelas lebih memperhatikan angka pertumbuhan upah yang muncul hanya di 0.2% MoM, sedikit dibawah daripada yang diperkirakan 0.3%.

Meskipun muncul angka pekerjaan yang kuat, “greenback” tidak dapat mengambil keuntungan karena kenaikan dolar AS telah mendorong indeks dolar AS ke ketinggian selama dua tahun, apalagi setelah ISM Non-Manufacturing AS turun ke 55.2. Menurut laporan terbaru dari Institute for Supply Management (ISM), pada hari Jumat minggu lalu, ISM nonmanufacturing Purchasing Managers Index bulan April jatuh ke 55.2%, setelah angka bulan Maret di 56.1. Bahkan menurut perkiraan konsensus, para ekonom memperkirakan kenaikan menjadi 57.2%.

Di Inggris, indeks purchasing managers naik ke 50.4, kembali ke teritori ekspansi, dengan kekuatiran mengenai “hard Brexit” mereda. Di dalam politik, Partai Konservatif yang memerintah dan Buruh yang oposisi kemungkinan telah mendapatkan alasan yang lain untuk mencapai kesepakatan mengenai Brexit. Pemilihan lokal telah mengakibatkan kerugian dikedua belah partai. Mereka ingin mengamankan keluarnya Inggris menjelang pemilihan Parlemen Eropa pada tanggal 23 Mei untuk menghindari kemunduran. Kedua partai telah melaporkan kemajuan sejauh ini, namun Pounsterling ingin melihat asap putih di dalam pembicaraan sebagai signal untuk rally. Secara keseluruhan GBP/USD bisa jadi tertekan, namun ada alasan untuk bangkit.

Secara tehnikal juga tidak terlalu buruk. Apabila terus naik, pasangan matauang ini akan berhadapan dengan”resistance” terdekat di 1.3240 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3305 dan akhirnya 1.3495. Sebaliknya apabila turun, akan berhadapan dengan “support” terdekat di 1.3049 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2923 dan akhirnya 1.2732.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here