IHSG Senin Terperosok 63 Poin ke 6256; Bursa Asia Merah oleh Tensi Baru Perang Dagang

422

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan pasar awal pekan Senin sore ini (06/05) terpantau melemah lanjut 1,00% atau -63,106 poin ke level 6.256,353 setelah dibuka turun ke level 6.254,812. IHSG tampak dilanda tekanan jual di tengah situasi politik yang memanas paska pemilu, sedangkan bursa kawasan Asia hari ini umumnya melemah dengan naiknya tensi perang dagang AS – China.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini terpantau melemah 0,27% ke level Rp 14.293, sedangkan dollar AS di pasar uang Eropa tampak rebound oleh melemahnya euro dan naiknya kembali tensi perang dagang AS – China.  Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.255.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau turun 64,647 poin atau 1,02% ke level 6.254. Sementara indeks LQ45 turun 16,284 poin (1,63%) ke level 981. Siang ini di penutupan sesi pertama IHSG ditutup turun 72,481 poin (1,15%) ke level 6.246,978. Indeks LQ45 melemah 15,620 poin (1,57%) ke level 981,715.

IHSG kemudian stagnan di zona merah, dan di akhir sesi ditutup melemah 1,00% atau -63,106 poin ke level 6.256,353. Indeks LQ45 turun 11,630 poin (1,17%) ke level 985,705. Hari ini sembilan dari sepuluh sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor industry dasar yang merosot 2,05%, diikuti sektor finansial yang turun 1,96%.

Tercatat sebanyak 100 saham naik, 309 saham turun dan 123 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk agak moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 364.201 kali transaksi sebanyak 11,21 miliar lembar saham senilai Rp 7,69 triliun.

Sementara itu, bursa regional sore ini terlihat umumnya melemah, di antaranya Indeks STI yang menurun 3,00% dan Indeks Hang Seng yang turun 2,90%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Semen Indonesia (SMGR) -8,98%, Bank Danamon (BDMN) -8,33%, Erajaya (ERAA) -7,79%, dan PT PP (PTPP) -4,87%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dihantam aksi jual yang deras di tengah panasnya tensi politik paska pemilu, sementara bursa regional Asia melemah lagi dengan naiknya lagi tensi perang dagang AS – China. Berikutnya IHSG kemungkinan akan ada upaya rebound setelah terjerembab jauh di area oversold, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.465 dan 6.516. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.207, dan bila tembus ke level 6.164.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here