Lemahnya Uang Brasil Membuat Harga Kopi Arabika Terjun

737

(Vibiznews – Commodity) – Harga kopi Arabika berjangka di bursa komoditas internasional New York pada penutupan perdagangan  Selasa (07/05) terjun kembali ke posisi terendah 2 pekan. Namun harga kopi Robusta di bursa ICE London tidak diperdagangkan karena libur May Day.

Anjloknya harga kopi arabika di ICE New York dipicu oleh posisi Real Brasil turun ke level terendah 1 minggu terhadap dolar, yang mendorong penjualan ekspor oleh produsen kopi Brasil. Faktor bearish lain yang menekan harga kopi pada hari Senin adalah perkiraan oleh INTL FCStone untuk panen kopi 2019 Brasil turun menjadi 53 juta kantong dari 61,7 juta kantong pada 2018, yang berada di atas perkiraan dari Conab, agen peramalan tanaman pemerintah Brazil, dari 52,5 juta kantong.

Selain itu juga masih dipengaruhi sentimen laporan  Organisasi Kopi Internasional (ICO) Rabu lalu  bahwa ekspor kopi global 2018/19 selama Oktober-Mar naik   4,1% per tahun menjadi 63,15 juta kantong.

Untuk perdagangan kopi Robusta sebelumnya, akhir pekan lalu terjun ke posisi terendah sepanjang kontrak dipicu  prospek kondisi pertumbuhan yang menguntungkan di Vietnam, petani robusta terbesar di dunia, setelah kantor cuaca provinsi Vietnam memperkirakan curah hujan rata-rata hingga 10 Mei di Dataran Tinggi Tengah Vietnam, wilayah penghasil kopi terbesar di negara itu.

Harga kopi arabika untuk kontrak paling besar yaitu bulan Juli 2019 bursa New York  ditutup turun  0,45  poin atau 0,50% dari posisi perdagangan sebelumnya pada posisi $90.15 per lb.  Sedangkan harga kopi robusta kontrak bulan Juli awal pekan tidak diperdagangkan karena bursa London libur.

Sentimen positif untuk perdagangan kopi Robusta,  persediaan kopi yang dipantau oleh ICE turun ke level terendah 6-bulan pada 2.439 juta kantong Selasa lalu, jauh di bawah tinggi 4-3/4 tahun dari 2.503 juta kantong dari 25 Maret. Harga kopi robusta juga mendapat dukungan dari  Kantor Statistik Umum Vietnam bahwa ekspor kopi Jan-April dari Vietnam, produsen robusta terbesar dunia, turun -13,5% y/y menjadi 629 MT.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga akhir sesi Amerika esok hari, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga kopi arabika masih berpotensi rebound secara teknikal dan juga oleh pulihnya kurs uang Brasil.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here