Harga Emas Naik Sedikit Dengan Jatuhnya Pasar Saham AS

273

(Vibiznews-Commodity) Harga emas naik sedikit pada pertengahan hari perdagangan sesi Amerika Serikat Selasa kemarin. Metal berharga ini mendapatkan permintaan “safe-haven” ditengah aksi jual yang melanda pasar saham AS pada awal minggu ini. Namun, menguatnya indeks dolar AS pada hari Selasa kemarin yang diperdagangkan tidak jauh dibawah ketinggian dua tahun pada minggu lalu, membatasi kenaikan daripada harga emas.

Emas berjangka bulan Juni terakhir naik $2.00 per ons pada $1.285.80. Perak Comex bulan Juli terakhir turun $0.017 pada $14.81 per ons.

Tren naik harga jangka pendek dari indeks saham AS sekarang dalam bahaya akan ditiadakan. Ini akan menjadi hal yang positip secara signifikan bagi pasar metal berharga karena hal ini akan menjadi perkembangan tehnikal yang “bearish” dan juga akan menunjukkan terjadinya arus keluar uang dari “paper assets” yang berkelanjutan yang selanjutnya mencari rumah yang baru yang mana bisa termasuk “hard assets” seperti metal berharga.

Pasar saham dunia bercampur semalam di dalam perdagangan yang berhati-hati. Pasar komoditi, keuangan dan saham sedang mencoba untuk menggali perkembangan yang mengejutkan atas perdagangan AS-Cina dimana Presiden Trump mengancam memberlakukan tarif baru atas produk-produk impor Cina. Namun, pasar agak tenang pada hari Selasa kemarin dengan delegasi perdagangan Cina masih menuju ke Washington DC untuk pembicaraan pada minggu ini, termasuk kepala negosiatornya. Juga setelah direfleksikan, banyak trader dan investor bertanya-tanya apakah ancaman Trump di tweeter pada hari Minggu hanyalah taktik negosiasi. Namun, penasehat Trump mengatakan pada hari Senin bahwa komitmen Cina di dalam perdagangan mengalami erosi.

Trump mengirimkan tweet bahwa pada tingkatan tertentu kesepakatan perdagangan dengan Cina harus terjadi pada akhir dari minggu ini, atau tarif yang baru akan diberlakukan. Sulit untuk menerka hasil akhir dari persoalan ini. Dengan demikian, ketidakpastian yang semakin meningkat diantara para trader dan investor akan membuat pasar yang “bearish” lebih bermain.

Kenaikan dari pasar perak dan emas sudah mengecewakan kalau saja tidak terjadi peningkatan permintaan karena meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang mana termasuk potensi eskalasi perang dagang antara AS dengan Cina dan juga bertambahnya ketegangan AS dengan Iran.

Namun, laporan mengatakan bahwa permintaan dari negara pengkonsumsi emas utama, India diperkirakan meningkat secara signifikan karena ketegangan geopolitik, khususnya ini adalah waktunya permintaan musiman yang lebih kuat untuk emas.

Hal kunci lainnya diluar pasar emas adalah harga minyak mentah Nymex yang turun dan diperdagangkan disekitar $61.50 per barel. Hal ini juga merupakan faktor negatif bagi sektor komoditi mentah, termasuk pasar metal berharga.

Secara tehnikal, obyektif kenaikan selanjutnya dari harga emas adalah menembus “resistance” yang solid di $1,300.00 setelah melewati $1,287.40 dan $1,290.90. Dan obyektif penuruan dari harga emas selanjutnya adalah menembus “support” yang solid di $1,250.00 setelah melewati $1,278.10 dan $1,275.00.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here