Perang Dagang AS-China Picu Anjloknya Harga Minyak di Asia

191

(Vibiznews-Commodity) – Harga minyak mentah yang diperdagangkan pada sesi Asia hari Kamis  (09/05) bergerak turun  di tengah kekhawatiran atas meningkatnya pertempuran perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina, meskipun ada kejutan penurunan persediaan minyak mentah AS.

Harga minyak mentah berjangka Brent atau harga acuan minyak internasional berada di $69,56 per barel  yang  turun 67 sen atau 0,95 persen dari penutupan sesi Amerika beberapa saat lalu. Demikian juga harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 59 sen  atau 0,95 persen berada di $61,40 per barel.

Perang perdagangan China-AS telah membebani harga minyak minggu ini karena meningkatnya ketegangan antara dua negara ekonomi terbesar di dunia dapat mempengaruhi prospek ekonomi global. Selain itu juga China merupakan konsumen minyak dunia terbesar, dimana  impor minyak mentah China pada April mencapai rekor untuk bulan ini, yaitu 10,6 juta barel per hari (bph).

Meskipun demikian, harga minyak telah didukung oleh tanda-tanda pasokan global yang lebih ketat di belakang pengurangan produksi oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia.  Pasokan global juga diperketat oleh sanksi AS terhadap Venezuela dan Iran.

Pendukung harga terbaru datang dari penurunan persediaan minyak mentah AS yang tak terduga menurut laporan mingguan EIA, persediaan minyak mentah AS turun 4 juta barel dalam minggu hingga 3 Mei.

Untuk perdagangan selanjutnya, analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak WTI selanjutnya akan  turun ke posisi support di 61.12 – 60.38. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan mendaki  ke resisten 62.42 – 63.10.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here