Bursa Eropa Berhasil Cetak Untung Dari Kemelut Perang Dagang AS-China

1006

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Eropa akhirnya berhasil keluar dari perangkap kemelut perang dagang AS-China yang akan melakukan pertemuan hari ini. Pembukaan perdagangan akhir pekan hari Jumat (10/05) terpantau bursa saham utama kawasan tersebut menguat yang diuntungkan faktor fundamental ekonomi beberapa negara kawasan tersebut.

Indeks Pan-Eropa STOXX 600 naik 0,9% pada posisi 379.33 dengan sebagian sektor masuk zona hijau. Indeks CAC 40 Perancis menguat 0,87 persen, indeks DAX Jerman naik sebesar 1% dan indeks FTSE din bursa saham Inggris menguat 0,61 persen. Indeks bursa utama ini lebih banyak diperkuat oleh kekuatan saham teknologi yang melonjak 1,3%.

Sentimen pasar berubah merespon rilis data ekonomi di kawasan Eropa seperti di Eurozone dan Inggris yang menunjukkan data yang positif dan meningkat. Bursa Jerman ditopang laporan data peningkatan ekspor negeri tersebut, sedang penguatan bursa saham Inggris digerakkan oleh rilis data meningkatnya produksi manufaktur Inggris, data prelin investasi bisnis serta prelim GDP.

Sebelumnya ketegangan pasar saham global datang setelah Washington meningkatkan tarif barang-barang Cina dari 10% menjadi 25%. Kemudian  China segera mengatakan akan membalas apa yang dilakukan Amerika tersebut. Tetapi investor Eropa belum takut dengan ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung antara kedua negara adidaya ekonomi.

Sementara itu, laporan Kamis malam mengungkapkan tujuh bank menghadapi denda antimonopoli Uni Eropa karena mencurangi pasar valuta asing multi-triliun dolar. Ini termasuk Barclays, Citigroup, HSBC dan J.P. Morgan.

Dalam berita perusahaan, perusahaan raksasa pengiriman dan pasokan Jerman, Deutsche Post melaporkan bahwa laba operasi kuartal pertamanya melonjak 28% menjadi 1,2 miliar euro. Namun harga sahamnya hanya naik tipis 0,06%.

Perusahaan telekomunikasi multinasional Spanyol Telefonica membukukan kenaikan laba inti kuartal pertama secara organik, dan mengkonfirmasi panduan untuk pertumbuhan naik sekitar 2% dalam pendapatan dan margin selama tahun 2019. Namun harga saham perusahaan bergerak negatif.

Saham pembuat peralatan rumah sakit Denmark Ambu anjlok 14% setelah pemberhentian CEO Lars Marcher. Marcher akan digantikan oleh Juan-Jose Gonzales nasional AS pada 15 Mei, dengan perubahan membawa biaya satu kali sekitar 38 juta krone Denmark ($ 5,72 juta).

Saham perusahaan teknologi pengolahan makanan Jerman Gea Group adalah pemain awal yang kuat, naik 9% didukung serangkaian hasil positif. Saham Thyssenkrupp juga naik 9% dan ditetapkan untuk hari terbaik mereka dalam 10 tahun setelah Reuters melaporkan perusahaan sedang mempertimbangkan daftar sebagian dari bisnis liftnya.

Sebagai informasi, perdagangan bursa Eropa sebelumnya berakhir lebih rendah  menjelang pembicaraan perdagangan AS-China dimana indeks Pan Eropa Stoxx 600 anjlok 1,7 persen. Indeks DAX Jerman turun 1,7 persen, indeks CAC 40 Prancis jatuh 1,9 persen dan FTSE 100 AS turun 0,9 persen.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here