Berita Dari China Membuat Bursa Amerika Tidak Sanggup Cetak Untung

433

(Vibiznews – Index) – Perdagangan bursa saham Amerika yang berakhir beberapa saat lalu hari Kamis (23/05) tidak mampu melanjutkan keuntungan perdagangan sebelumnya dan ditutup anjlok cukup signfikan. Sentimen pasar di bursa Wall Street dipengaruhi oleh bangkitnya kekhawatiran ketegangan perang AS-China.

Indeks  Dow Jones turun 100,72 poin atau 0,4 persen menjadi 25.776,61, indeks Nasdaq turun 34,88 poin atau 0,5 persen menjadi 7.750,84 dan indeks S&P 500 turun 8,09 poin atau 0,3 persen menjadi 2.856,27.

Secara sektoral, saham-saham layanan minyak menunjukkan pergerakan substansial yang lemah hingga menyeret Philadelphia Oil Service Index turun sebesar 3,3 persen.  Kelemahan yang cukup besar juga terlihat di antara saham semikonduktor, seperti yang tercermin oleh penurunan 2,1 persen oleh Philadelphia Semiconductor Index. Saham gas alam, transportasi, dan baja juga negatif, kecuali pergerakan saham farmasi dan utilitas yang bergerak positif.

Saham yang paling anjlok parah yaitu saham Qualcomm turun 10 persen lebih  setelah seorang hakim federal memutuskan perusahaan pembuat chip komunikasi itu melanggar undang-undang antimonopoli.

Kekhawatiran akan front dagang tersebut adanya sebuah laporan dari media China yang memberitakan China sedang memeriksa ulang seluruh hubungan ekonomi bilateral antara AS dan China. Penasihat pemerintah China menyoroti risiko sumber pasokan kritis dari AS yang semakin bermusuhan menyusul langkah pemerintah Trump baru-baru ini menahan bisnis  raksasa teknologi Cina Huawei.

Menambah kekhawatiran perdagangan, Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan kepada media  bahwa AS tidak memiliki rencana untuk pergi ke Beijing untuk melanjutkan negosiasi perdagangan.

Saham sebagian besar tetap lebih rendah setelah rilis risalah pertemuan Federal Reserve terbaru, yang menyarankan bank sentral tidak terburu-buru untuk mengubah jalur suku bunga. The Fed memutuskan untuk membiarkan suku bunga tidak berubah pada pertemuan dua hari yang berakhir 1 Mei, karena ketidakpastian yang mempengaruhi AS dan prospek ekonomi global telah surut.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here