GBP/USD Memperpanjang Kejatuhan Dengan PM May Tertekan Berat Untuk Berhenti

183

(Vibiznews-Forex) GBP/USD menyentuh 4 bulan kerendahan dibawah 1.2650. Rencana PM Inggris May mendapatkan respon yang sangat negatif dan terlebih lagi Parlemen meminta dia untuk mengundurkan diri. Inflasi Inggris meleset dengan 2.1% pada bulan April.

PM Inggris Theresa May telah memberikan rencana keluarnya pada awal Juni, namun dia kemungkinan akan meninggalkan Downing Street lebih cepat daripada yang diantisipasikan dan ketakutan akan digantikan oleh bekas Sekretaris Luarnegeri Boris Johnson sebagai Perdana Menteri yang baru menghantui poundsterling.

Setelah pertemuan kabinet yang panjang, Perdana Menteri yang sedang diserang ini menghadapi konferensi pers dan mengumumkan “kesepakatan baru” untuk parlemen mengenai Brexit.   Dia mencoba untuk menyenangkan para pendukungnya yang Remained dengan membuka pintu kepada “custom union” dan juga referendum yang kedua. Harapan ini membawa GBP/USD membumbung keatas 1.2800, namun pergerakan ini hanya berlangsung sebentar.

Kesepakatannya yang baru tidak hanya gagal meyakinkan pengusung dari Brexit yang lebih keras, namun juga dikebas oleh para pendukung dari Remained. Terlebih lagi, outlet media Inggris melaporkan bahwa anggota dari partainya Konservatif  meminta agar dia meninggalkan kesepakatannya dan berhenti segera.

Menteri Lingkungan Michael Gove yang mendukung May, mengatakan May pasti tetap akan berada di kantor pada minggu depan. Dia juga berkata bahwa Johnson bisa menjadi Perdana Menteri yang baik, namun pasar tidak bersetuju.

Inflasi Inggris muncul di 2.1 % YoY pada bulan April di bawah dari yang diharapkan  2.2%. Berita ini tidak membantu Poundsterling samasekali.

Secara tehnikal, penurunan GBP/USD akan berhadapan dengan “support” terdekat di 1.2610 yang apabila ditembus akan lanjut ke 1.2530. Sedangkan kenaikannya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di 1,2685 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2710 dan akhirnya 1.2775.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here