Market Outlook, 27-31 May 2019

1274

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia rebound kuat setelah sempat merosot 7,63%, sejalan dengan kembali kondusifnya situasi politik dan keamanan kota Jakarta setelah ricuh demo di Bawaslu, sementara bursa kawasan Asia masih tertekan tensi perang dagang AS – China.

Secara mingguan IHSG ditutup menguat tajam 3.96% ke level 6,057.354. Untuk minggu berikutnya (27-29 Mei 2019), minggu pendek karena mulai Kamis libur nasional dan mulai cuti bersama, IHSG kemungkinan berpeluang melanjutkan rebound oleh bargain hunting walau agak terbatas karena menjelang libur panjang Idul Fitri, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Pergerakan selanjutnya pekan ini, IHSG berada antara resistance level di 6238 dan kemudian 6310, sedangkan support level di posisi 5918 dan kemudian 5767.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS secara mingguan rebound 0.43% ke level 14,393, terutama setelah reda kericuhan demonstrasi di sekitar Bawaslu, sementara dollar di pasar global terkoreksi dari 2 tahun tertingginya oleh lemahnya data manufaktur AS. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 14,530 dan 14,610, sementara support di level Rp14,265 dan Rp14,175.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data CB Consumer Confidence pada Selasa malam; disambung dengan rilis Prelim GDP q/q pada Kamis malam; berikutnya data Core PCE Price Index m/m, Chicago PMI, dan Revised UoM Consumer Sentiment pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis pidato Buba President Weidmann (German) pada Rabu siang; diikuti dengan rilis German Prelim CPI m/m pada Jumat sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Building Approvals m/m Australia pada Kamis pagi; disambung dengan rilis Manufacturing PMI China pada Jumat pagi.

 

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum melemah terutama di 2 hari terakhir oleh lemahnya rilis data manufacturing (PMI) AS yang dikhawatirkan investor akibat perang dagang AS – China yang dapat membuat the Fed memangkas suku bunga nantinya, dimana indeks dolar AS secara mingguan melemah ke 97.59. Sementara itu, pekan lalu Euro terhadap dollar terpantau menanjak ke 1.1202. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1263 dan kemudian 1.1323, sementara support pada 1.1112 dan 1.0922.

Poundsterling minggu lalu terlihat melemah tipis ke level 1.2709 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3039 dan kemudian 1.3175, sedangkan support pada 1.2604 dan 1.2433. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah ke level 109.28.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 110.68 dan 111.69, serta support pada 109.03 serta level 108.51. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat ke level 0.6926. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7019 dan 0.7069, sementara support level di 0.6864 dan 0.6666.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia banyak yang melemah dengan kawasan China tergelincir kembali oleh memanjangnya perang dagang AS – China. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah tipis ke level 21065. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 22190 dan 22360, sementara support pada level 20750 dan lalu 20305. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 27354. Minggu ini akan berada antara level resistance di 28428 dan 28891, sementara support di 27218 dan 26855.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau melemah oleh kekhawatiran investor bahwa perang dagang AS – China akan menghambat pertumbuhan ekonomi AS. Indeks Dow Jones secara mingguan melemah ke level 25571.36, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 25953 dan 26256, sementara support di level 25219 dan 24879. Index S&P 500 minggu lalu melemah tipis ke level 2855.98, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2891 dan 2936, sementara support pada level 2800 dan 2784.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau berakhir menguat oleh melemahnya dollar di antara spekulasi kemungkinan pemangkasan suku bunga the Fed, sehingga harga emas spot menguat ke level $1284.30 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1302 dan berikut $1310, serta support pada $1265 dan $1253.

Kembali kiranya para pembaca dapat melihat bahwa isyu yang ada dari Amerika Serikat –baik itu tentang perang dagang, perkiraan suku bunga, prospek ekonomi, sampai situasi politik– sering memberikan sentuhan dinamika sebagai satu major fundamental yang menjadi penggerak utama pasar. Seperti misalnya berita suku bunga the Fed yang kerap mewarnai dan menggerakkan pasar, kadang berdampak bearish dan lain kali mendorong rally pasar. Kita juga akan melihat sejumlah isyu lain yang dapat menggerakkan pasar nantinya. Vibiznews.com akan menjadi partner Anda sebagai investor dalam memantau tiap-tiap pergerakan pasar secara updated dan detail.  Baiklah, terima kasih karena telah bersama kami karena kami ada demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting
Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here