Aksi Bargain Hunting Buat Bursa Asia Berbalik Cetak Untung

253

(Vibiznews – Index) – Perdagangan  bursa saham utama kawasan Asia hari Selasa  (28/05) jelang penutupan beberapa bursa, terpantau masih di zona hijau setelah dibuka menguat pada awal sesi oleh aksi bargain hunting. Sentimen positif pasar masih datang dari kunjungan kenegaraannya Presiden AS Donald Trump  ke Jepang.

Bursa saham China daratan yang menguat sejak awal perdagangan, kini indeks komposit Shanghai menguat 0,89%, dan komposit Shenzhen naik 0,63%. Demikian juga dengan indeks Hang Seng bursa saham Hong Kong yang naik 0,50%.

Di bursa saham Jepang, indeks Nikkei 225 kembali melanjutkan perdagangan yang kuat dengan kenaikan 0,43% yang mendapat kekuatan dari lonjakan saham produsen peralatan semikonduktor Tokyo Electron. saham tersebut melonjak lebih dari 2% setelah pengumuman pembelian kembali sahamnya.

Di Korea Selatan, indeks bursanya cenderung bergerak flat pasca anjlok perdagangan sebelumnya. Indeks Kospi menguat 0,19 persen yang juga disupport kenaikan saham SK hynix dengan kenaikan yang cukup signifikan.

Sedangkan  di kawasan Pasifik terjadi pergerakan yang mixed dengan bursa saham  Australia cetak penguatan cukup signifikan, bursa saham New Zealand anjlok cukup signifikan. Indeks ASX200 menguat  0,43% yang didukung oleh rebound saham perbankan utama. Sedangkan untuk perdagangan bursa saham New Zealand Indeks NZX 50 melemah 0,53%.

Namun untuk perdagangan bursa saham Indonesia di bursa Jakarta terpantau retreat dari rally sebelumnya, dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah 0,36 persen ke posisi 6077.35. Tekanan kuat indeks dipicu oleh anjloknya saham-saham unggulan sektor infrastruktur dan finance.

Trump saat ini berada di Jepang sebagai bagian dari kunjungan kenegaraan selama empat hari, di mana ia mengatakan dalam konferensi pers Senin dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bahwa ia berharap akan mengumumkan kesepakatan perdagangan dengan negara itu segera.

Trump mengatakan tujuannya adalah untuk menghilangkan hambatan perdagangan sehingga memberikan ekspor yang adil bagi AS di Jepang. Dia menggambarkan ketidakseimbangan perdagangan AS dengan Jepang sebagai  luar biasa besar  tetapi menyatakan harapan untuk mengatasinya.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here