Harga Minyak Mixed; Data Pasokan EIA Menjadi Perhatian

447

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak bervariasi pada hari Kamis (30/05) di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global akibat perang perdagangan AS-China, tetapi kerugian dibatasi oleh pengetatan pasar minyak mentah dan meningkatnya ketegangan politik di Timur Tengah.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 12 sen, atau 0,2%, menjadi $ 58,93 per barel, didukung oleh ekspektasi penurunan persediaan minyak mentah A.S.

Harga minyak mentah berjangka Brent berada di $ 68,86 per barel pada 1044 GMT, turun 59 sen, atau 0,9%.

Harga minyak telah didukung dalam beberapa bulan terakhir oleh penurunan produksi dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen utama lainnya serta jatuhnya pasokan dari Iran.

Ekspor minyak mentah Mei Iran turun hingga kurang dari setengah level April di sekitar 400.000 barel per hari (bph) setelah Amerika Serikat memperketat sanksi terhadap sumber pendapatan utama Teheran. Iran perlu mengekspor setidaknya 1,5-2,0 juta barel per hari minyak mentah untuk menyeimbangkan pembukuannya.

Para pemimpin Arab berkumpul di Arab Saudi pada hari Kamis untuk KTT darurat yang diharapkan Riyadh akan menyampaikan pesan kuat kepada Iran bahwa kekuatan regional akan membela kepentingan mereka terhadap ancaman setelah serangan terhadap aset minyak Teluk bulan ini.

Banyak analis juga memperkirakan pengurangan pasokan yang dipimpin OPEC akan diperpanjang hingga akhir 2019 karena kelompok itu ingin mencegah harga minyak jatuh kembali ke level yang terlihat pada akhir 2018 ketika Brent merosot ke $ 50 per barel.

Sejak OPEC dan sekutunya mulai menahan pasokan pada Januari, harga minyak telah naik sekitar 30 persen.

Meningkatnya ketegangan perang perdagangan AS-China merupakan risiko bagi pasar minyak, dimana di bawah skenario perang perdagangan penuh maka permintaan minyak global akan tumbuh sebesar 0,7 persen tahun ini dibandingkan 2018, hanya setengah dari perkiraan saat ini.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah masih berpotensi mixed dengan tarik menarik sentimen perang dagang AS-China dengan sentimen pengetatan pasokan OPEC dan ketegangan Timur Tengah. Namun jika malam ini data pasokan mingguan AS yang dirilis EIA terealisir menurun, akan menguatkan harga minyak. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 59,40-$ 59,90, dan jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 58,40-$ 57,90.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here