Terbakarnya Kekhawatiran Pasar Buat Harga Minyak Terjun Bebas

288

(Vibiznews-Commodity) – Diakhir perdagangan komoditas sesi Amerika Kamis (30/05) dini hari tadi, harga minyak jatuh dalam perdagangan yang volatile dan sempat anjlok ke posisi terendah 12 pekan yang  terbebani oleh terbakarnya kekhawatiran pasar akan terganggunya permintaan global pasca ancaman China membalas serangan perdagangan  Amerika Serikat.

Padahal secara fundamental, harga minyak mendapat dukungan dari beberapa faktor yang telah membatasi pasokan minyak global sebelumnya seperti yang telah dilakukan oleh OPEC serta dampak sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela. Kemudian yang terbaru ditutupnya pipa minyak Oklahoma  pasca banjir melanda Midwest.

Harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional untuk harga minyak mentah  berada di $69,46 per barel yang turun 66 sen  atau 0,9%, setelah mencapai sempat turun ke posisi $68,08.

Demikian juga harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 0,6% menjadi $58,81 per barel, setelah sempat anjlok ke posisi  terendah $56,88 yang terendah sejak 12 Maret 2019.

Kekhawatiran tentang eskalasi lebih lanjut dari sengketa perdagangan AS-Tiongkok, pemerintah Beijing berencana akan membatasi ekspor mineral rare earth  yang sangat penting bagi industri teknologi AS. Tindakan ini dilakukan  untuk menyerang balik dalam perang dagang dengan Amerika Serikat.

Kekhawatiran perdagangan dan kekhawatiran perlambatan permintaan global ini telah menekan investor untuk menghindari aset berisiko seperti ekuitas dan minyak secara global dan memburu aset safe haven seperti obligasi pemerintah Jerman dan AS.

Untuk perdagangan selanjutnya, analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak WTI selanjutnya dapat turun menemui posisi  support di 57.52 – 54.35. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan mendaki  ke resisten 59.60 – 60.95.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here