Setelah Merugi Karena Perang, Bursa Asia Dilemahkan Data Ekonomi China

347

(Vibiznews – Index) – Nasib saham-saham yang diperdagangkan di bursa utama kawasan Asia semakin payah harganya pada akhir perdagangan bulan Mei hari Jumat (31/05), pasalnya investor kembali dikecewakan sentimen terkait dengan negara Tiongkok. Sebelumnya ditekan oleh eskalasi ketegangan perang dagang AS-China, pagi ini terpukul oleh buruknya data ekonomi negeri ekonomi terbesar kedua dunai tersebut.

Indeks  PMI manufaktur resmi untuk China periode bulan Mei berada di 49,4, lebih rendah dari periode bulan sebelumnya di atas 50 dan juga dibawah ekspektasi 49,9 oleh para ekonom. Nilai PMI di atas 50 menunjukkan ekspansi, sementara yang di bawah itu menunjukkan kontraksi.

Diantara bursa saham kawasan Asia tersebut, indeks yang bertahan di posisi kuat yaitu indeks Kospi di bursa saham Korea Selatan dan juga IHSG di bursa saham Indonesia. Kemudian untuk bursa saham yang rebound dari perdagangan buruk sebelumnya yaitu bursa saham New Zealand.

Indeks Kospi di bursa saham Korea Selatan alami penguatan 0,07%, investor masih memburu saham-saham unggulan  seperti kelas berat Samsung Electronics dan pembuat chip SK Hynix yang alami penguatan 0,24 persen dan 0,61 persen masing -masing. Namun keuntungan dibatasi oleh anjlok parahnya saham-saham otomotif seperti saham Kia Motors dan Hyundai yang jatuh 2,91% dan 1,60 masing-masing.

Bursa saham China daratan yang lemah sejak awal perdagangan, kini indeks komposit Shanghai naik ke posisi flat dan  indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong merosot  dari kekuatan awal sesi dan kini turun 0,41%.

Di bursa saham Jepang, indeks Nikkei 225 turun hingga 0,88% yang tertekan oleh ambruknya saham-saham otomotif seperti saham Nissan yang turun 3,30% dan saham Toyota jatuh 2,21%. Saham- eksportir utama tersebut anjlok karena penguatan yen Jepang.

Di kawasan Pasifik, bursa saham Australia yang diperdagangkan flat awal sesi bergerak naik tipis dengan kenaikan indeks ASX200 0,04%. Ada banyak saham-saham unggulan sektor tambang, perbankan dan energy yang anjlok melanjutkan tekanan perdagangan sebelumnya. Demikian juga di bursa saham New Zealand  indeks NZX 50 turun 0,06 persen.

Untuk perdagangan saham di bursa saham Indonesia kembali melanjutkan keuntungan perdagangan sebelum libur publik, IHSG kini terpantau menguat 0,98% ke posisi 6163,99 yang disupport lonjakan saham-saham unggulan sektor finance dan infrastruktur.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here