EUR/USD Lompat Kearah 1.1200 Dengan USD Jatuh Karena Imbal Hasil

295

(Vibiznews-Forex) EUR/USD lompat kea rah 1.1200 karena imbal hasil Amerika Serikat menunjukkan pemotongan tingkat bunga yang substansial. Imbal hasil turun disebabkan karena meningkatnya perang dagang dengan Cina, Eropa dan sekarang dengan Mexico juga.

Presiden AS Donald Trump telah memperkuat reputasinya sebagai “tariff – man “. Segara setelah membuat persiapan yang diperlukan untuk meratifikasi persetujuan perdagangan Amerika Utara yang baru yang dia beri nama sebagai USMCA sebagai pengganti NAFTA, dia mengumumkan tarif yang baru terhadap Mexico – yang berpotensi melanggar kesepakatan. Amerika Serikat akan mengenakan tariff pajak datar sebesar 5% atas semua barang-barang Mexico yang akan memasuki Amerika pada tanggal 10 Juni, yang akan ditingkatkan lima kali lipat menjadi 25% pada bulan Oktober sebagai hukuman karena  dengan sengaja mengijinkan migran dari Amerika tengah untuk mengalir masuk ke Amerika Serikat.

Pasar tidak merespon dengan ramah. Saham-saham di Asia dan Eropa berada di dasar kerendahan dan begitu juga dengan matauang yang mengandung resiko. Penurunan meluas melampaui Peso Meksiko dan juga menyentuh dolar Kanada diantara yang lainnya. Yen Jepang dan dolar AS adalah pemenangnya – dengan dolar AS tetap naik meskipun imbal hasil yang turun mebuatnya kurang menarik.

Perkembangan di medan perdagangan utama juga tidak memberikan semangat. Cina dilaporkan menaikkan pembatasan ekspor barang-barang “rare earth” ke AS dan mengenakan tarif balasan atas barang-barang AS yang mau masuk ke pasar Cina. Perang dagang telah memasuki jalan tol – survey pembelian manufaktur resmi Cina jatuh ke 49.4 pada bulan Mei, menunjukkan perlambatan sedang terus berjalan.

Ekonomi AS terus bertumbuh kuat, namun bukannya tanpa masalah. Angka GDP AS yang direvisi untuk kuartal pertama menunjukkan ekonomi yang bertumbuh dengan 3.1%. Namun, komponen inflasi inti turun dari 1.3% menjadi 1.0%. Tidak adanya inflasi yang signifikan menunjukkan kelemahan pada ekonomi.

Pasar mengharapkan Federal Reserve untuk memangkas tingkat bunga sebagai respon terhadap rendahnya inflasi namun Gubernur Federal Reserve Jerome Powell menggambarkan perkembangan harga yang lemah pada awal tahun sebagai suatu hal yang sementara.

Secara tehnikal, “support” awal menunggu di 1.1115 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke  1.1025 dan akhirnya ke 1.109.70.  sedangkan “resistance” awal berada pada 1.1218  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1260 dan akhirnya 1.1336.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here