Fed Akan Turunkan Suku Bunga, Dolar AS Semakin Parah Jatuhnya

435

(Vibiznews – Forex) – Mengakhiri perdagangan forex sesi Amerika Selasa (04/06) dini hari, dolar AS anjlok parah terhadap banyak rival utamanya hingga terjun ke posisi terendah hampir 3 pekan untuk indeks dolar. Dan terhadap yen Jepang anjlok ke posisi terendah 5 bulan. Semakin buruknya performa dolar dipicu oleh pernyataan seorang pejabat Fed akan harapan penurunan suku bunga.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan mata uang dolar AS terhadap beberapa rival mata uang utama lainnya ditutup melemah 0,55 persen ke posisi 97,24 setelah sempat terjun ke posisi 97.11 dan naik ke posisi 98.09. Kini terpantau dolar AS jatuh kembali ke  posisi 97,14.

Dalam sambutannya pada acara Union League Club of Chicago semalam, Presiden Federal Reserve St. Louis James Bullard menyarankan pengurangan suku bunga sangat pas dilakukan menghadapi perlambatan ekonomi pasca  ketegangan perdagangan global.  Bullard mengatakan bahwa The Fed menghadapi ekonomi yang diperkirakan akan tumbuh lebih lambat ke depan dan  perlambatan bisa lebih tajam dari yang diharapkan karena ketidakpastian rezim perdagangan global yang sedang berlangsung.

“Selain itu, baik inflasi dan ekspektasi inflasi tetap di bawah target, dan sinyal dari kurva imbal hasil Treasury tampaknya menunjukkan bahwa pengaturan tingkat kebijakan saat ini terlalu tinggi,” kata Bullard

Bullard menyimpulkan, “Penyesuaian tingkat kebijakan ke bawah  dijamin segera untuk membantu memusatkan kembali inflasi dan ekspektasi inflasi pada target dan juga untuk menyediakan beberapa asuransi jika terjadi perlambatan yang lebih tajam dari perkiraan.

Presiden Donald Trump juga telah mendorong The Fed untuk menurunkan suku bunga dan komentar Bullard menyarankan memicu perang perdagangan global dapat menyebabkan bank sentral untuk mengabulkan keinginan presiden.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here