Laporan API Membuat Harga Minyak Mentah Lemah

260

(Vibiznews-Commodity) – Harga minyak mentah melanjutkan penurunannya pada perdagangan hari Rabu (05/06), terseret oleh kenaikan mendadak dalam persediaan minyak AS dan komentar kepala produsen minyak negara Rusia Rosneft mempertanyakan titik kesepakatan dengan OPEC untuk menahan pasokan.

Harga minyak Brent berjangka atau minyak acuan internasional turun 33 sen atau 0,5% pada $61,64 per barel melanjutkan kenaikan  1,1% pada perdagangan hari sebelumnya. Demikian harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 38 sen  atau 0,7% menjadi $53,10 per barel setelah ditutup naik 0,4% sebelumnya.

Harga minyak telah turun tajam di tengah kekhawatiran tentang perlambatan permintaan global, tetapi dibatasi pada hari Selasa oleh reli pasar saham global dengan harapan penurunan suku bunga AS.

Pasokan minyak mentah AS naik secara tak terduga minggu lalu, sementara persediaan bensin dan sulingan lebih banyak dari yang diperkirakan seperti yang dilaporkan  kelompok industri American Petroleum Institute. Persediaan minyak mentah naik 3,5 juta barel dalam sepekan hingga 31 Mei menjadi 478 juta, dibandingkan dengan ekspektasi untuk penurunan 849.000 barel.

Untuk mencegah kelebihan pasokan dan menopang pasar, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), bersama dengan sekutu termasuk Rusia, telah menahan produksi sejak awal tahun. Tetapi pada hari Selasa, kepala raksasa minyak Rosneft, Igor Sechin, mengatakan Rusia harus memproduksi sesuka hati dan dia akan mencari kompensasi dari pemerintah jika pemotongan diperpanjang.

Untuk perdagangan selanjutnya, analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak WTI selanjutnya berusaha naik mendaki  ke resisten 53.39 – 54.68. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan menemui posisi  support di 52.18 – 51.05.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here