Pulihnya Harga Gula Didorong Kekuatan Real Brasil

715

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula mentah berjangka yang diperdagangkan di bursa komoditas internasional ICE New York yang berakhir hari Jumat (07/06) naik kembali namun berada di posisi tertinggi 1 bulan. Demikian juga untuk harga gula putih di bursa ICE London mencetak keuntungan.

Harga gula ditutup lebih tinggi karena kekuatan di real Brasil terhadap dolar memicu aksi bargain hunting dalam gula berjangka. Harga gula pada hari Rabu mundur dari tertinggi 5-minggu setelah minyak mentah Juli WTI jatuh ke level terendah 4-1/2 bulan. Harga gula menguat ke level tertinggi 5 minggu pada hari Rabu di tengah tanda-tanda pasokan yang lebih kecil setelah Departemen Perdagangan Brazil pada hari Selasa melaporkan bahwa ekspor gula Brazil Mei turun 15% y/y menjadi 1,781 MMT.

Faktor bearish untuk harga gula adalah perkiraan  dari Kementerian Pertanian India bahwa output tebu India 2018/19 akan naik  5,1% y/y ke rekor 400,47 MMT. Juga, output gula global yang kuat adalah negatif untuk harga gula dan mendorong gula NY Juli turun ke level terendah terdekat-berjangka 7-3/4.

Harga gula mentah kontrak bulan Juli akhir perdagangan bursa New York ditutup naik  0.30  poin atau 2.46% dari perdagangan sebelumnya pada harga $12,51 per lb. Demikian juga untuk harga gula putih kontrak bulan Agustus yang terpantau di bursa London ditutup naik  6.30  poin atau 1.90% dari perdagangan sebelumnya di 339.30 per lb.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan secara teknikal harga gula di ICE New York berpotensi naik kembali oleh proyeksi pelemahan dolar AS yang mengangkat Real Brasil dan juga kenaikan harga minyak mentah.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here